22 Agu 2016 13:01
Diduga Tercemar Limbah PLTA

DAS Tondano Tercemar, Ikan di Tambak Banyak Yang Mati

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOST - Diduga akibat pekerjaan perbaikan Instalasi Weir Intake di kolam Tondano PLTA Tonsea Lama, dan PLTA Tanggari 1, 2, air yang mengalir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano tercemar limbah.

Hal tersebut dikeluhkan masyarakat Desa Sawangan Kecamatan Airmadidi Minahasa Utara (Minut). Menurut warga, pencemaran tersebut mengakibatkan kerugian bagi warga dan para pelaku usaha tambak ikan.

“Ikan di tambak mati. Hanya karena dialiri air dari DAS,” keluh mereka. Lanjutnya, kerugian akibat pencemaran tersebut tidak sedikit. Dan untunglah ikan yang tercemar langsung mati. “Bagaimana kalau sudah dimakan orang. Dan kapan kami bisa membudidayakan ikan kalau air sudah tercemar,” tukas mereka.

Menindaklanjuti hal tersebut, Dekab Minut dipimpin Ketua Komisi B Stendy Rondonuwu, Edwin Nelwan, Fredriek Runtuwene, Novie Paulus, Joseph Dengah bersama kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Tineke Rarung langsung turun lapangan.

Dikatakan Ketua Komisi B Stendy Rondonuwu, keluhan warga harus cepat ditindaklanjuti. “Apalagi ini dikeluhkan warga ada kerugian akibat pencemaran,” ungkapnya.

Ditambahkan Edwin Nelwan, setelah ditindaklanjuti, ini adalah keteledoran pihak perusahan pada waktu melakukan pembersihan lumpur, tampa menilai dampak yg akan timbul di DAS.

“Hal ini sudah di akui oleh pihak PLN sehingga pihak perusahan bersedia melakukan ganti rugi kepada masyarakat terhadap kerugian yang ditimbulkan,” tukasnya.

Lanjut Nelwan, Komisi B berharap hal seperti ini tidak akan terulang lagi atau mungkin kedepan dapat memikirkan opsi lain dalam proses pembersihan sedimen lumpur yang lebih aman dan ramah lingkungan.(ria)

Kirim Komentar