21 Jul 2016 15:18

Oh Tuhan...Eceng Gondok Nyaris Tewaskan Nelayan

MyPassion
WASPADA: Keberadan eceng gondok bisa membahayakan nelayan. Karena itu, para nelayan danau harus waspada dengan keberadaan eceng gondok. Foto: Foggen/MP

TONDANO— Eceng gondok nyaris menewaskan seorang nelayan danau yang sementara mencari ikan, Rabu (20/8) kemarin. Informasi diperoleh, korban Arnold Banteng (53) warga Lingkungan I Desa Toulour Kecamatan Tondano Timur, nyaris tewas setelah 12 jam terperangkap di tengah danau, terjerat eceng gondok, sebelum akhirnya diselamatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Minahasa yang dibantu Tim SAR, TNI, Polri dan warga setempat.

"Jadi kronologisnya, Rabu tadi subuh (kemarin, red), korban bersama rekannya seperti biasa, pergi mencari ikan di Danau Tondano. Namun, sudah siang hari belum juga pulang. Akhirnya keluarga korban langsung melapor ke posko BPBD," ungkap Kepala BPBD Johanis Pesik.

Setelah menerima informasi, lanjut Pesik, TRC langsung bergerak. "Tim berjumlah delapan orang. Kami langsung bergerak ke lokasi yaitu di tengah danau. Akhirnya, sekira pukul lima sore, korban berhasil dievakuasi setelah hampir 12 jam terperangkap eceng gondok," ungkap Pesik.

Setelah TRC bersama tim SAR, TNI dan Polri tiba, lanjut Pesik, korban belum langsung diselamatkan karena masih mencari cara untuk melepas jeratan. Sementara, korban sudah diberikan makanan untuk menjaga kondisi tubuh korban. "Kemudian, saat eceng gondok berhasil dilepaskan, korban pun langsung diberikan perawatan dan dilarikan ke RS," tambahnya.

Ia pun mengimbau agar nelayan yang akan pergi mencari ikan di danau agar hati-hati. "Para nelayan agar menjauhi eceng gondok. Karena dengan angin dan ombak, kadang-kadang eceng gondok sampai hanyut dan menjerat perahu bahkan menjerat nelayan. Untuk sementara hindari wilayah danau yang dipenuhi eceng gondok," tandas Pesik.(fgn/tan)

Kirim Komentar