08 Agu 2015 02:12

Mengenal Rhesa Edrick Tendean, Masuk 50 Anak Tercerdas di Seluruh Dunia

MyPassion
TELADAN: Rhesa Edrick Tendean dengan sederet penghargaan yang sudah diterimanya. Foto : Rizky/MP

Kebanggaan dan keinginan setiap orang adalah berguna bagi bangsa dan negara. Apalagi, karena torehan prestasi yang tak hanya kelas lokal. Bahkan di tingkat internasional. Berikut kisah seorang putra Sulawesi Utara (Sulut) tersebut.

Laporan, Rizky Faizal.

NAMANYA Rhesa Edrick Tendean. Dia mampu mengharumkan nama daerah ini bahkan Indonesia. Sebab kini, Rhesa mampu masuk dalam daftar 50 anak tercerdas di dunia. Berperawakan tinggi, kulit putih, paras ganteng dengan mata sipit, menandakan dirinya masih dalam garis keluarga turunan Tiongkok. Itulah ciri khas pemuda kelahiran Manado, 13 Agustus 1997 silam tersebut.

Sehari setelah kepulangannya dari India, Rhesa berkesempatan bertatap muka dengan wartawan Manado Post, di lokasi usaha milik orang tuanya. Terletak di Jalan Kampus Sario, Manado. Pembawaan dan tutur bicaranya begitu santun. Diketahui, Rhesa merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Orang tuanya, Tonni Tendean dan Meria Sulistya. Merupakan Owner tempat penjilidan ‘Girza’ Manado. Adik dari Patrick Gian Tendean tersebut, sejak kecil telah banyak meraih prestasi. Terutama di bidang matematika dan fisika.

Sesekali dirinya tersenyum menceritakan pengalamannya. Sembari memperlihatkan foto wajah imut masa kecilnya dalam meraih prestasi di beberapa ajang lomba matematika dan fisika. Ya, Rhesa memang sejak SD telah langganan meraih sejumlah medali pada Olimpiade Sains Nasional (OSN). “Sejak kecil, saya sudah sering diikutsertakan dalam beberapa ajang. Puji Tuhan, ada sejumlah prestasi bisa diraih. Sampai sekarang ini masih sering ikut olimpiade,” tutur Rhesa.

Rhesa juga pernah meraih medali perunggu tahun 2008 di OSN Bidang IPA Tingkat SD. Dilangsungkan di Makassar. Kemudian, dirinya kembali meraih medali perunggu di OSN SMP Bidang Fisika tahun 2010 di Medan. Disusul prestasi selanjutnya, Rhesa kembali meraih medali perak OSN SMP Bidang Fisika tahun 2011 di Manado.

Dirinya juga menceritakan salah satu pengalaman unik. Pernah meraih medali perunggu OSN SMA Bidang Fisika tahun 2012 di Jakarta. Lucunya, saat mengikuti ajang tingkat nasional tersebut, Rhesa sedang duduk di tingkat SMP. Tetapi telah mengikuti lomba untuk tingkat SMA. “Ini yang menjadi pengalaman unik saya. Karena saya harus siap segala sesuatunya menghadapi para senior, sebab bukan hanya beda kelas tapi juga beda sekolah,” kata salah satu siswa terbaik binaan SMA Negeri 9 Binsus Manado itu. Walau dihadapkan dengan para senior, hal luar biasa dia berikan. Berhasil membawa pulang medali perunggu.

Lanjut ke prestasi berikutnya, Rhesa kemudian berhasil meraih medali perak di Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2013 di Bandung, 2-8 September.

Prestasi fantastis berikutnya, memasuki triwulan kedua 2015 ini, Rhesa sudah mengoleksi dua prestasi luar biasa. Pada 3-11 Mei lalu, dirinya ikut dalam Olimpiade Fisika tingkat Asia. Diselenggarakan di Cina dan berhasil mengharumkan Merah Putih, dengan oleh-oleh medali perak.

Tak berhenti di situ, Rhesa kembali mencetak prestasi. Dengan meraih medali perak di Olimpiade Fisika Internasional (International Physic Olimpiad) di Mumbai, India pada 5-12 Juli 2015 lalu. Olimpiade yang diikuti 650 peserta dari 86 negara tersebut, Indonesia mengirimkan lima peserta. Semuanya sukses mendapatkan medali. Tercatat tiga medali perak dan dua medali perunggu dibawa pulang oleh pelajar asal Indonesia. Salah satunya disumbangkan oleh putra Sulut ini.

“Sebuah pengalaman luar biasa karena bisa kembali mempersembahkan yang terbaik. Dan bukan hanya untuk Sulut tapi juga negara tercinta Indonesia,” imbuh pemuda yang ahli dalam penjabaran rumus fisika ini.

Ibunda Rhesa, Meria Sulistya, penuh keramahan mengungkapkan rasa bangganya. “Puji Tuhan karena mendapat kepercayaan untuk merawat anak-anak yang punya talenta kepintaran seperti Rhesa. Sebagai orang tua, tentunya saya harus selalu memperhatikan serta menemukan talenta itu sejak dini. Sehingga bisa terus dikembangkan sebagaimana kehendak Tuhan,” tutur Sulistya, sambil tersenyum dan merangkul Rhesa.

Suasana pun semakin hangat. Meria menambahkan, dirinya dan keluarga akan terus berusaha mendampingi, mencarikan jalan keluar dalam setiap hambatan atau kesulitan yang dihadapi Rhesa nantinya. Terutama dalam hal menyediakan guru pembimbing yang dibutuhkan Rhesa. Baik yang berasal dari Manado, Jakarta, ataupun nantinya ketika Rhesa melanjutkan studi di Jerman.

Sejumlah prestasi yang ditoreh seorang Rhesa Tendean, sangat pantas untuk dijadikan sebagai motivasi, dan acuan kesuksesan. Atas banyaknya raihannya tersebut, Rhesa banyak mendapatkan apresiasi dan sejumlah beasiswa dari Dinas Pendidikan. Baik Kota Manado maupun provinsi.  

Kunci suksesnya, kata Rhesa, adalah ketenangan dalam menghadapi segala situasi. “Puncak kesuksesan diraih ketika kita berdoa di saat orang lain sementara tidur. Dan belajar di saat orang lain sementara bermain,’’ kunci pemuda gemar olahraga basket tersebut.(***)

Kirim Komentar