29 Jun 2015 02:35
Kualitas PSB Academy Teruji, Kenyamanan Evo House Terbukti

Pemenang English Speech Xpresi Party di Negeri Singa

MyPassion
MAPIA: Fernanda Purukan (kedua dari kanan) dan Setya Katiandagho (kanan) berfoto bersama komunitas MAPIA (Mahasiswa PSB Indonesia) di booth penjualan tiket Buka Puasa Bersama MAPIA.

Xpresi Party memberikan kejutan bagi Fernanda Purukan, SMA Kr Eben Haezar Manado. Sebagai pemenang English Speech, Fernanda diberikan liburan gratis ke Singapura.

Laporan:
Fauziyyah Djaafara, Setya Katiandagho, Singapura

WAKTU masih menunjukkan Pukul 04.00. Bandara Internasional Sam Ratulangi sudah dipadati calon penumpang. Suasananya berbeda. Kebanyakan rombongan tur. Anak-anak juga ramai. Baru sadar, rupanya sedang musim liburan.

“Jadi lebih seru di holiday sesason. Terima kasih Manado Post dan Lion Air atas hadiahnya,” ujar Fernanda, tak sabar menanti keseriusan di negeri Singa.

Tepat Pukul 06.15, pesawat Lion Air yang membawa kami lepas landas. Tapi, sebelum tiba di Singapura, kami harus transit dulu di Bandara Soekarno Hatta di Jakarta. Tiba Pukul 10.00. Kami pun bergegas pindah ke terminal keberangkatan internasional yang berada di terminal 2 menggunakan shuttle bus.

Tak lama menanti di ruang tunggu, kami pun terbang ke Singapura. Cukup satu jam saja, kami sudah tiba di Changi International Airport, bandara yang tak pernah kehilangan daya pikatnya. Mulai dari skytrain untuk akses antar terminal, touchscreen computer untuk layanan informasi seputar bandara serta penunjuk arah ke berbagai lokasi di bandara.

Tak ketinggalan waiting room yang begitu nyaman dilengkapi akses internet yang sangat cepat. "Wah, baru aja klik search, halamannya langsung muncul. Internetnya udah kayak kecepatan cahaya nih!" seru Fernanda saat sedang browsing menggunakan fasilitas komputer di bandara.

Setelah selesai mengisi form imigrasi, kami keluar dari terminal 3. Kedatangan kami langsung disambut James Khong dari PSB Academy dan Paul dari Evo House. Dari bandara, kami diajak makan malam di salah satu restoran western terfavorit di Singapura. Paul dan James pun mulai bercerita banyak hal. Mulai dari keseharian orang-orang di Singapura yang identik dengan efisiensi waktu dan gaya hidup yang sehat hingga pendidikan di Singapura yang sangat diakui di tingkat International.

Selesai makan malam, kami diantar menuju penginapan. Paul dari Evo House memilih The Regalia Condominium di Two River Valley Street sebagai tempat tinggal kami selama di Singapura. Penginapan ini sangat strategis karena berada dekat dari pusat perbelanjaan Orchard Road.

Kami menempati satu unit condominium yang terdiri dari tiga kamar dilengkapi kamar mandi, ruang makan, dapur dan ruang keluarga. Unit yang kami tempati dilengkapi berbagai fasilitas mulai dari kitchen set, air conditioner di setiap ruangan, dining table, TV plasma dengan layar tipis, bathub, dan Wifi. Bahkan ada kolam renang yang tersedia untuk semua penghuni condominium.

Evo House sebagai agen akomodasi para mahasiswa yang kuliah di Singapura, memang selalu memberikan pelayanan terbaik. Keamanan dan kenyamanan menjadi yang utama bagi Evo House. “Kami bekerjasama dengan PSB Academy dalam hal akomodasi untuk para mahasiswanya. Terutama para pendatang. Tentunya mereka membutuhkan tempat tinggal selama kuliah disini,” ujar Paul.

Menurut Paul, akomodasi menjadi kebutuhan utama mahasiswa. Akomodasi ini pun selalu menjadi kekhawatiran tersendiri. “Namun, itu (akomodasi) tak akan menjadi masalah lagi karena kehadiran Evo House. Kami akan membantu para mahasiswa memilih tempat tinggal terbaik selama di Singapura,” ujarnya.

Keesokan harinya, Kamis (25/6) kami berkesempatan mengunjungi PSB Academy yang terletak  di Jalan Bukit Ho Swee. Kunjungan kami di PSB Academy ditemani Catherine Salim, salah satu mahasiswa asal Indonesia. Catherine mengajak kami berkeliling kampus yang dirancang dengan arsitektur modern, termasuk fasilitas penunjang bagi mahasiswa.

Di antaranya, fasilitas olahraga, laboratorium mechanical engineering dan eletrical engineering, ruang broascasting bagi mahasiswa mass communication, ruang komputer yang semuanya menggunakan iMac, perpustakaan yang dilengkapi ruang tersendiri untuk diskusi mahasiswa, kantin, hall tempat berkumpulnya para mahasiswa lengkap dengan meja-meja makan dan panggung, student centre, dan masih banyak lagi yang membuat mahasiswa nyaman dan betah berada di kampus.

Ruang kelas pun dibuat sangat nyaman. Dilengkapi papan tulis, LCD, proyektor dan komputer. Uniknya, para mahasiswa PSB terbiasa menggunakan proses pembelajaran e-learning. Dosen dan mahasiswa bisa terkoneksi pada satu domain di internet, sehingga materi pembelajaran bisa langsung di-download. “Di PSB Academy, satu semester lamanya empat bulan. Kalau cepat, bisa langsung lulus S1 dalam waktu dua hingga tiga tahun,” beber mahasiswi semester 4 jurusan management business ini.

Mahasiswi perantau asal Medan ini menambahkan, PSB memiliki keunikan tersendiri soal ujian akhir. “Kalau di Indonesia biasanya ada ujian skripsi. Disini bentuk ujiannya final project. Misalnya untuk mahasiswa engineering ada yang membuat mobil bertenaga solar dan miniatur kota,” imbuhnya.

Bagi mahasiswa yang mempunyai kemampuan akademik yang baik, PSB Academy menyediakan beasiswa. Scholarship yang diberikan tergantung prestasi dan pencapaian dari mahasiswa. Kualitas PSB Academy tak perlu diragukan lagi.  PSB Academy telah mengantongi certificate Edutrust Singapore dari pemerintah Singapura.

Selain itu, PSB juga berhasil menyabet penghargaan Winner of Modern University of the year dari the Times and the Sunday Times Good University Guide 2014-2015. “Wah, ini nih, baru namanya tempat kuliah paling keren!” seru Fernanda saat berkeliling di PSB Academy.(***)

Kirim Komentar