14 Apr 2015 04:30
Diyakini Lebih dari Satu Orang

Polres Incar Dalang Pembuat Ipal

MyPassion
Ilustrasi

TONDANO – Kasus penemuan Ijazah Palsu (Ipal) yang mencuat beberapa waktu lalu terus didalami Polres Minahasa. Usai penahanan tersangka kasus Ipal berinisial ESB alias Berty (68) pekan lalu, kini Polres Minahasa sementara mengincar dalang pembuat Ipal ini. “Tersangkah ESB sudah kami tahan sejak 7 April lalu. Tidak berhenti sampai di ESB saja, namun akan terus dikembangkan untuk mencari siapa dalang di balik pembuatan Ipal ini,” ungkap Kapolres Minahasa AKBP Ronald Rumondor SIK MSi melalui Kasat Reskrim AKP Riky Raden Prabowo SIK.

 

Diungkapkan Prabowo, polisi akan terus mengembangkan kasus Ipal ini. Karena diduga kuat, melibatkan lebih dari satu oknum. “Kita akan terus menyelidiki tersangka yang sudah ditahan. Kita akan menggali informasi untuk mendapatkan dalang dari pembuatan Ipal ini,” ungkapnya.

Ia membeber, pihaknya sudah memiliki sejumlah bukti. “Sudah dilakukan pemeriksaan. Kami sudah miliki sejumlah bukti. Tindakan ini tentu sudah sangat merugikan keuangan negara dalam jumlah besar. Meski saat ini Polres masih menunggu hasil audit BPK sebagai dasar untuk mengetahui besaran kerugian negara,” terang Prabowo.

Diketahui, ESB alias Berty sudah mendapat panggilan Polres Minahasa namun tidak datang dengan alasan sakit. ESB ditetapkan sebagai tersangka setelah 25 sampel Ipal yang diperiksa di Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Mabes Polri dinyatakan palsu.

Menurut keterangan sejumlah guru, mereka ditawarkan tersangka ijazah S1 dengan biaya Rp20 hingga Rp25 juta. “Kami dapat tawaran untuk diberikan ijazah S1 tanpa mengikuti kuliah. Menurut penyedia, ijazah ini dari Universitas Terbuka (UT) dan mereka adalah dosen terbang,” aku sejumlah guru yang tidak ingin namanya dikorankan. (*)

Kirim Komentar