07 Des 2014 03:56

Berubah di bulan Desember!

MyPassion
ilustrasi

TIMEFLIES, Xtion! Gak kerasa udah Desember aja nih. Hari Natal yang dinanti-nantikan banyak orang pun semakin dekat. Banyak yang bilang "Kalo so bulan 'Ber' 'Ber' dapa rasa skali somo Natal!" maksudnya, kalau udah masuk di bulan SeptemBER, OktoBER, NovemBER, DesemBER atmosfer Natalnya semakin berasa.

Banyak hal yang bisa berubah di bulan ini. Mulai dari transformasi dari orang biasa terus jadi Santa Claus dadakan, dari yang gak tau bikin kue langsung jago mendadak, satu lagi yang paling sering diperhatikan; berubah jadi lebih religius. Wah, suatu tindakan yang positif dong, Xtion! Dari yang dulu jarang ke gereja, jadi rajin ke gereja. Sebelumnya malas ikut organisasi keagamaan, jadi aktif di organisasi dan kepanitiaan. Xpresi udah merangkum berbagai cerita seru dari para responden tentang fenomena ini.
Yang pertama ada Muhammad Ferdianto Raynaldi dari SMA Negeri 1 Manado. Cowok berkumis tipis ini, sedikit berbagi pengalaman temannya yang mendadak rohani. “Iya punya teman yang mendadak rohani. Hobinya setiap hari main game mulu, dan jarang masuk gereja, pokoknya udah maniak banget,” ucap cowok berzodiak Gemini ini. “Biasanya, kalau udah deket-deket Natal gini dia jadi rajin masuk gereja, dan kumpul sama teman-teman remaja,” tutupnya.
Selanjutnya Gracia Siregar. Cewek yang akrab disapa Aca ini memiliki teman yang mendadak rohani. “Setahuku orang yang satu ini emang paling parah, setahun mungkin cuma sekali masuk gereja, itu mungkin cuma pas Natal aja,” tutur siswa SMA Kr. Eben Haezar ini. Aca juga ngasih comment mengenai temannya. “Ya, udah beberapa kali kasih tau ke dia, supaya sering masuk gereja, dasar aja malas orangnya. Walaupun dia berubah hanya di bulan Desember, yang penting dia udah ada niat untuk sedikit berubah," imbuhnya.
Terakhir ada Boy Setiawan dari SMK Negeri 1 Manado. Ternyata Boy punya banyak banget teman mendadak rohani. “Banyak banget, gak kehitung, kalau Desember, semua pada masuk gereja rame-rame, parah!” seru Boy. Menurut Boy teman-temannya biasanya ikutin acara Gereja, biar keliatan alimnya. “Pada ikut pawai Santa, ikut Choir, dll. Pokoknya banyak cara mereka, tapi ya positif juga sih bagi mereka, bagus menurut aku,” tutupnya. (mcr/fau)

 

Hayoo Siapa yang Kayak Gini? 
Udah bulan Desember nih, Xtion! Coba deh kita scroll dikit timeline kita. Bukan timeline di Twitter ya, tapi timeline keseharian kita. *Scrolling* *Stalking* (fau)

Januari-Februari
Baru aja memasuki tahun 2014, tentu semua list of revolutions harus dipenuhi. Tahun baru, semangat baru, harapan baru dan pribadi yang baru. Pokoknya bulan ini penuh dengan passion untuk berubah ke arah yang lebih baik dan meraih semua goals kedepannya. Ganbatte kudasai!

Maret-April
Aduh, ini tugas sekolah kok makin menjadi-jadi. Ulangan makin menggunung. Kegiatan ekskul makin membumbung, jadwal jalan-jalan sama temen juga gak bisa ditolak nanti bakal di-blacklist. Pokoknya schedule padat merayap kayak jalan Boulevard di jam siang. Hap hap haaaappp!!!!!

Mei-Juni
Wuhuuu summer holiday! Setelah berkutat dengan ujian semester, waktunya having fun sepuasnya. Liburan, jalan-jalan syantique, nongki-nongki bareng teman-teman sepergaulan. Liburan ke luar negeri kudu posting di Path (yeaayy dapet banyak loved, tapi kok banyakan frowned-nya?), check-in at Malibu, awake at New York, sleep at Paris, listening to 'Nenekku Pahlawanku' at Mantos. Pokoknya manfaatkan waktu liburan sepuasnya sebelum masuk sekolah lagi. YOLO!!! (You Only Live Once), Shake it off!!!

Juli-Agustus
Eh udah masuk sekolah. Duh sibuk 'beudh' sama kegiatan MOS adik-adik kelas (yang bukan OSIS juga teteup sok sibuk). Sibuk banget mau menjaring adek-adek imut nan lucu buat dijadein 'adek-adek-an' yah semacam qaqah-dedehzone gitu. Belum lama disibukkan sama kegiatan MOS, eh acara 17an udah datang menyapa. Harus persiapan nih! Mau dekor kelas sampai malam, ikut lomba ini itu, duh pokoknya sibuk buk buk!

September-Oktober
Masuk bulan September aja udah banyak angkot-angkot yang memutar lagu-lagi Natal. Duh, atmosfer Natal jadi mulai terasa. Mulai diajakin masuk panitia Santa Claus nih, oke I'm in! Yah hitung-hitung dapat banyak pengalaman. Dari yang dulu 'agak rada sedikit' jarang ke gereja, udah waktunya berubah nih! Gak apa-apa deh harus ekstra bangun pagi tiap Minggu, yang penting bisa masuk gereja. Daripada nulis status Sh*t F*ck dan segala kebun binatang, mending tulis status 'Happy Sunday' tiap hari Minggu. Oya, jangan sampai terlalu sibuk check-in di gereja, foto-foto panorama suasana ibadah, sampai lupa tujuan utamanya ke gereja.

November-Desember
Waaahhhh, makin dekat Natal! Lonceng gereja belum berdentang aja tapi udah duduk cantik di dalam gereja. Kemajuan yang luar biasa! Makin gak sabar menanti tanggal 25 Desember. Pohon Natal udah mulai dihias, kue-kue Natal mulai dibikin, pribadi yang lebih religius juga sudah mulai dijalani. Pokoknya di bulan Desember ini harus lebih taat beribadah. Gak ada lagi cerita malas-malasan ke gereja, bolong-bolong ke ibadah pemuda/remaja, main COC waktu pendeta lagi ngasih khotbah, pokoknya harus berubah!

Loading, timeline 2015.......

RICHARDO LALOAN – JUARA 1 PUTRA SISWA KRISTEN BERPRESTASI 2014

SMA NEGERI 1 MANADO

Bagi saya, pilihan hidup sebenarnya ada ditangan dari masing-masing orang. Yang jelas, lingkungan akan sangat berpengaruh dalam hal ini. Mungkin saja orang yang-orang setengah religius ini sering bergaul di tempat-tempat yang setengah-setengah juga. Mungkin karena itu juga mereka datang gereja pas Desember aja. Tips pribadi dari saya, yaa lebih perbanyakan kegiatan atau hal-hal positif yang bisa buat hidup kita jadi lebih baik. Kan udah banyak banget komunitas rohani yang ada. Ada paduan suara gereja, VC, creative dance, dan banyak lagi. Jelas itu bisa lebih mendekatkan kita dengan Tuhan. Dengan melakukkan hal-hal tersebut, saya yakin dan percaya dengan kebesaran Tuhan, pasti bisa berubah, dan lebih baik lagi dalam hidup.

 

STACY BAGUNA – WAKIL 1 REMAJA TELADAN SINODE GMIM 2014

SMA 9 BINSUS MANADO

Seiring berjalannya waktu, ada begitu banyak godaan duniawi yang muncul, yang jika tidak dilawan dengan iman yang baik, maka jelas akan terjerumus ke dalam godaan duniawi itu. Saya sendiri bersyukur sampai sekarang masih tetap berada dijalan yang benar. Yang jelas, sebagai orang yang memiliki agama, kita harus kuat dalam mengarungi dunia yang kejam ini. Mulailah memperbiasakan diri menjauhi perbuatan yang tidak baik. Bukan berarti mesti pilih-pilih teman, tidak. Tetapi berpikirlah, lingkungan yang baik jelas akan membuat kita jadi baik pula, dan sebaliknya. Orang yang setengah-setengah religius adalah mereka yang tidak bijaksana dalam menentukan pilihan hidup mereka. Sekali lagi, itu semua tergantung pilihan kita, menjadi yang benar atau tidak.

Kirim Komentar