17 Nov 2014 11:57
Pengedar Togel hingga Pemabuk Diamankan

Polres Sikat Preman

MyPassion

TONDANO— Kepolisian Resor (Polres) Minahasa menyatakan perang terhadap preman yang terlibat perjudian, minuman keras hingga senjata tajam. Buktinya, sejak 1 November, puluhan orang sudah diamankan dalam operasi penyakit masyarakat (Pekat) Samrat II (lihat grafis, red). Kabag Ops Kompol Novi Pikoli memaparkan, Minggu (16/11), pihaknya berhasil mengamankan dua tersangka judi toto gelap (togel). Dari kedua tersangka, pihaknya menyita barang bukti rekapan togel dan uang Rp271 ribu.

“Kedepannya patroli lebih ditingkatkan dengan sasaran antara lain minuman keras (Miras) dan judi. Dari hasil operasi pekat, barang bukti sekira 1.766 liter miras jenis cap tikus dan 95 liter jenis segaran sari disita,” terang Pikoli. Pikoli menuturkan, dalam operasi Pekat Samrat II melibatkan semua Polsek di wilayah Hukum Polres Minahasa. “Seluruh Polsek di Minahasa jalan, namun patroli dilakukan tidak menentu. Bisa kapan saja. Dan jika ada tersangka pasti diproses,” aku Pikoli sembari menambahkan, untuk pemusnahan akan dilakukan usai operasi.

Sementara itu, Kapolres Minahasa AKBP Ronald Rumondor memaparkan, pihaknya secara rutin melakukan pemantauan kondisi keamanan di Minahasa. “Untuk terus menekan penyakit-penyakit masyarakat ini, peran serta masyarakat sangat diperlukan,” ujarnya.

Seperti kasus judi katanya,  masyarakat banyak yang mengetahui tapi enggan melaporkan. “Jadi kami minta kepada masyarakat untuk menjadi mitra kepolisian dalam memberantas segala bentuk perjudian di Minahasa. Kalau ada informasi, jangan takut melapor,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan Rumondor, masyarakat yang tahu informasi tapi tidak melaporkan turut serta membuat judi tumbuh subur. “Jangan kita tutupi. Kalau ingin bebas dari judi, masyarakat harus berperan,” tukasnya.

Senada, Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow (JWS) meminta masyarakat untuk terbuka, jika memiliki informasi terkait judi dan tindakan kriminalitas lainnya. “Tidak mungkin pihak kepolisian dan pemerintah setiap hari ada di lokasi. Tapi kalau masyarakat kan ada, jadi jangan disembunyikan. Kalau ingin Minahasa aman dan damai, mohon kerjasamanya,” pungkasnya.(Tanya Rompas/vip)

 

Kirim Komentar