09 Nov 2014 10:30

Siapa Pahlawanmu?

MyPassion
Model : Nadine Voges (SMA N 9 Binsus Manado) Ilus : Rifai/MP

SANG Batman yang selalu menumpas kejahatan malam bersama Robin, Spidey yang selalu bergelantungan antara gedung perkotaan, serta Superman yang selalu membela kebenaran dan keadilan di dunia. Karakter berikut emang udah jadi terkenal sebagai pahlawan buat semua orang yang selalu menantikan aksi mereka dalam film. Tapi, sayangnya mereka cuma sebatas khayalan yang ada dalam otak sang produser dan sutradara. Semuanya hanya fiktif belaka.

Kalau tokoh superhero dalam film itu boleh Xtion ingat, tapi perjuangan para pahlawan zaman dulu yang memperjuangakan tanah air, gak boleh lupa dong. Sebut saja Cut Nyak Dien, Tuanku Imam Bonjol, Sultan Hasanuddin, dan masih banyak lagi yang berani melawan penjajah.

Iya keles, semua juga tau mereka tuh pahlawan. Tapi kalau sekarang? Siapa sih yang bisa disebut pahlawan? Nyari orang yang baik katanya susah. Eits, nggak kok. Masih banyak yang baik dan bisa menjadi inspirasi buat semua orang. Kayak cerita dari Xtion di bawah ini.

Yang pertama ada siswa SMA Negeri 7 Manado, Joshua Rendy. Menurut Jhosua, sosok pahlawan itu orang terdekat yang sangat berjasa di kehidupannya. "Orang tua dan sahabat aku yang selalu men-support aku dalam situasi atau keadaan apapun itu,” jawab cowok yang selalu tampil kece itu.

“Kalau sakit mama dan papa yang mengurus aku dan rela mengorbankan waktu kerja mereka demi aku juga teman-teman yang membantu aku saat kesusahan,” tambah cowok manis tersebut.

Beda orang, beda juga ceritanya. Yang kedua ada Lavenia Oldiana, siswi dari SLA Tompaso. "Pahlawan ku adalah mama, karena senakal-nakalnya aku mama tetap sabar menghadapi perbuatanku,” jujur cewek yang hobi baca novel tersebut. Wah, emang nggak ada orang lain lagi nih Lavenia? “Ia, Mama aku tuh gak pernah mengeluh dalam merawat, membesarkan dan mendidikku. Tak ada yang mengerti keadaanku selain mama. Pokoknya mama adalah orang yang paling hebat dalam hidupku," tutup Lavenia.
Last but not least, ada Yosua Kukus, siswa SMP Nasional Providensia Manado. Kalau yang lain sosok pahlawan mereka orangtua, beda juga sama Yosua, pahlawannya itu Superman. Wah, kok bisa? “Superman itu pemberani, suka menolong orang yang sedang dalam bahaya dan selalu melawan musuh-musuhnya,” jawab cowok yang berzodiak Cancer tersebut. “Aku suka banget Superman sampe-sampe semua barang-barang yang ada di kamar ku gambarnya Superman. Aku pengen jadi superman biar bisa menolong orang yang lagi susah, tapi nolongnya kalau memang masih dalam batas kemampuanku," cuap Yosua. Tiap orang pasti punya pahlawan dalam hidupnya. Semoga Xtion juga bisa jadi pahlawan buat orang lain yang butuh pertolongan. Selamat hari pahlawan Xtion! (nes/set)

 

Young Hero 

DI saat kita sibuk main game online dan bergalau ria, para anak muda berikut selalu berjuang, berkreasi dan melanjutkan mimpi. Merekalah pahlawan untuk masa kini dan masa depan nanti. Keberhasilan anak muda berikut menjadi bukti bahwa menjadi pahlawan gak harus tunggu game over atau udah tua. Di Hari Pahlawan ini, Xpresi udah merangkum siapa aja pahlawan cilik masa kini. Siapa aja? Yuk kenalan sama mereka. (tkg)

 

Malala Yousafzai

Young Warrior from Pakistan

Gadis Pakistan yang satu ini benar-benar luar biasa. Sejak usia 11tahun, Malala menulis diary tentang kekejaman Taliban dan tak gentar memperjuangkan hak anak perempuan untuk bersekolah. Suatu kali, pasukan Taliban yang tahu hal ini masuk ke dalam bus sekolah yang ditumpangi Malala. Setelah mengenali wajah Malala, anggota Taliban menembaknya di kepala dan di leher. Untungnya Malala berhasil diselamatkan. Perjuangan belum berakhir, bahkan setelah kejadian itu, Malala mendapat dukungan dari seluruh dunia atas keberaniannya menghadapi Taliban. Pencapaian terbesarnya yakni meraih sebagai Nobel Perdamaian tahun ini. Dan dialah menjadi peraih Nobel termuda yang pernah ada. Congrats!

 

Tavi Gevinson

Voice of Generation

Gak harus ikut perang terlebih dahulu, terus Xtion bisa meraih predikat pahlawan. Dengan hal kecil juga bisa kok. Sama seperti yang dilakukan Tavi Gevinson. Sejak masih umur dengan mengikuti passion-nya sebagai fashion enthusiast.  Makanya, Tavi bikin blog bernama Style Rookie di tahun 2008. Gaya Tavi yang rada nyentrik saat itu, sempat dicemooh dan di-bully. Tapi, lihat Tavi sekarang. Gadis ini sering diundang sebagai tamu istimewa oleh para fashion designer ternama dan diwawancarai majalah ternama di Amerika. Gebrakan berikutnya dilakukan Tavi dengan mendirikan website Rookie untuk para remaja perempuan yang berhasil meraup 3,5 juta dollar per bulan. Tak berhenti disitu, kini Tavi terjun ke dunia entertainment sebagai aktor film dan Broadway juga pejuang hak perempuan di Amerika Serikat. You go girl!

 

Joshua Wong

Little Activist, Big Guts

Si krempeng, berkaca mata dan berparas lugu satu ini gak boleh dipandang sebelah mata. Sejak usia 15 tahun, Wong memberontak terhadap pemerintah Tiongkok. Dia menolak materi patriotik, pro-Komunis Nasional dan Pendidikan Moral ke sekolah-sekolah umum di Hongkong. Aksinya ini didukung oleh komunitas yang dibentuknya bernama Scholarism. Aksi Wong ini sempat dikecam pemerintah Tiongkok, sampai pernah ditangkap polisi dan disiksa. Tapi perjuangan si pemuda pemberani ini tak pernah surut. "Masyarakat tidak perlu takut dengan pemerintah mereka, tetapi pemerintah harus takut kepada rakyat mereka," katanya. Setuju Bro!

 

YOUTH CAN DO IT!
 

NYESEK adalah saat generasi kita sering mendapat #kodebanget #seinkaras #sindiranuhuk. Bukan sindiran tentang tingkat kejonesan generasi kita yang semakin hari semakin meningkat lho, Xtion! Tapi kode keras tentang mirisnya gaya hidup anak muda zaman sekarang. Sedih gak sih kalau orang-orang dewasa sering ngasih komentar

"Anak muda masa kini, kayak gini ya? (Intonasi menyindir)" "Duh, masih muda kok gayanya udah kayak tante-tante sih dek? (Intonasi risih)" "Ya ampun remaja zaman sekarang kok banyak yang kurang tinggi sih? Butuh solusi? Kami menawarkan produk... (Intonasi ala mas-mas penjual produk peninggi badan)".
Tiap generasi memang punya zamannya tersendiri. Di setiap zaman juga punya ciri khasnya masing-masing. Kalau tempo dulu jalan-jalan naik sepeda menjadi tren tersendiri, sekarang tren-nya naik pesawat sambil foto awan terus ditambahin quote kayak Tumblr. Dulu, baca-baca buku di perpustakaan jadi selalu digemari, nah sekarang baca-baca postingan orang di Path juga menjadi hobi tersendiri. Kalau generasi dulu suka banget telpon-telponan sama gebetan pakai telpon koin, generasi sekarang lebih suka chatting-an lewat LINE dengan seabrek sticker imut gratisan.

Beda dulu, beda sekarang. Tapi satu hal yang pasti, setiap generasi harus membawa perubahan positif bagi bangsa ini. Setiap generasi muda harus bisa melahirkan sebuah karya yang bisa membanggakan. Kita, generasi muda yang suka dikasih gelar ababil, sebenarnya punya tanggung jawab untuk menjawab setiap tantangan zaman. Terus kira-kira apa yang bisa kita lakukan?
Banyak hal yang bisa kita lakukan di masa muda. Motto You Only Live Once juga gak akan sia-sia kalau kita bisa memaksimalkan minat, bakat dan kreatifitas yang kita punya. Hal kecil yang bisa kita lakuin, belajar. Dari zaman blangkon sampai zaman snapback belajar memang, tetap, dan akan terus menjadi kewajiban kita. Disini kita gak menuntut generasi muda harus pintar, cerdas, jenius, tapi setidaknya gak malu-maluin lah! Keren kan kalau generasi muda Indonesia dicap sebagai siswa-siswa berwawasan luas. Gak semua anak bisa meraih medali Olimpiade, tapi semua anak bisa memaksimalkan kemampuan mereka. Meminimalisir remedial di ujian dan selalu duduk manis di kelas (gak pernah bolos apalagi lompat pagar) udah jadi hal membanggakan kok.

Eksis. Banyak cara biar kita bisa eksis. Gak perlu lah kita balap-balapan liar di jalan, terus tanding-tandingan barang branded, saling berkompetisi LINE Let's Get Rich (Nah, kalau ini boleh banget). Terus gimana dong caranya biar bisa eksis? Haruskah kita join di find alumni di LINE terus bikin gerakan drama ala Cinta dan Rangga? Gak dong, Xtion. Biar eksis kita bisa gabung di berbagai organisasi sekolah, ekskul-ekskul keren sampai komunitas seru.
Selain itu, kita juga bisa mengembangkan minat, bakat dan kreatifitas. Buat kalian yang bermimpi bisa jadi pengusaha sukses masa depan, boleh dong coba-coba bikin usaha kecil-kecilan kayak online shop. Daripada ngabisin uang jajan di mall terus, mending bikin sesuatu yang menghasilkan duit, hitung-hitung bisa nambah uang jajan. Buat Xtion yang hobi nyanyi bisa juga sist posting suara merdu kalian di Soundcloud siapa tahu dilirik sama produser. Nah, buat kalian yang hobi nulis, suka foto, ingin mengenal dunia jurnalistik lebih jauh? Langsung aja deh gabung jadi Xpresi Crew. Info lebih lanjut mention mimin di Twitter aja yah @XpresiMP. (fau)

 

Kirim Komentar