03 Nov 2014 07:39
Derita Warga Mandolang Pasca Keracunan

Pasien Bingung Selesaikan Biaya RS

MyPassion
BUTUH ULURAN TANGAN: Beberapa pasien anak yang sedang dirawat di Irina E RS Prof Kandou, kemarin.

Peristiwa keracunan cukup mengagetkan warga Tateli Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa. Kini, uluran tangan pemerintah sangat mereka butuhkan.

SEKIRA pukul 14.30 Wita, Senin (3/11), sebanyak 12 pasien dipastikan dirawat RS Prof Kandou dan RS Bhayangkara Manado (tiga pasien). Tubuh lemas usai mengalami mual, muntah, nyeri perut, dan sakit kepala, terlihat kepada sebagian besar pasien yang sebagian besar masih anak-anak tersebut. Hal yang tidak pernah terpikirkan oleh mereka usai menyantap sebuah menu, pada acara ibadah, Minggu (2/11).

Kini, uluran tangan sangat mereka perlukan. “Jika dirawat di Puskesmas, Jaminan Kesehatan Masyarakat masih bisa kami gunakan. Tapi, kartu ini tak bisa kami gunakan untuk membayar biaya rumah sakit,” ungkap Yanti Nayore, ibu dari pasien Irvan Danera (1). Dituturkan Yanti, ada beberapa obat yang masih bisa dibeli, tapi ada juga yang tidak bisa ditebus karena kekurangan biaya.

“Kami masih bingung untuk biaya perawatan di rumah sakit ini,” kata warga Tateli Weru Jaga 2 Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa ini. Hal yang sama, diungkapkan nenek dari pasien Ricardo Tadete (12). Perempuan yang rentah ini mengungkapkan, mereka masih kebingungan untuk menyelesaikan biaya rumah sakit karena cucunya tidak termasuk dalam tanggungan program pemerintah seperti BPJS Kesehatan.

“Kami belum tau sama sekali. Mudah-mudahan ada yang bisa membantu kami mengatasi permasalahan kami ini,” imbuhnya.(har/nes)

Kirim Komentar