02 Nov 2014 10:49

Balada Pendaki Status Sosial

MyPassion
Model: Ariggle Pantow (SMA Eben Haezar Manado) Ilus: Rifai/Manado Post Foto: Fau/XP

MENDAKI gunung lewati lembah. Eh, ini bukan cerita petualangannya Ninja Hatory. Kali ini Xpresi akan membahas tentang petualangannya para ababil krisis rating yang mengejar misi popularitas. Ini nih yang biasa disebut social climber. Ya, bagaikan Ninja Hatori yang mendaki gunung, lewati lembah begitu pula perjuangan para social climber ini. Mereka yang awalnya berada di lembah suram tempat orang-orang kurang eksis, kemudian berjuang supaya bisa mencapai puncak popularitas. Sayangnya, banyak cara negatif yang dilakukan mereka. Ibaratnya, di saat yang lain berjuang mencapai puncak popularitas dengan perjuangan yang inspiring, para social climber ini lebih memilih cara cepat kayak naik lift biar langsung sampai di puncak. Duh, miris ya!

 

Nah, langsung aja deh kita simak cerita seru teman-teman kita yang udah melihat aksi penjelajahan para social climber ini. Pertama ada Diana Sumual dari Manado International School.

"Bagi orang-orang yang sukses, kemewahan dan menjadi terkenal adalah reward dari segala kerja keras yang udah mereka lakukan. Sedangkan social climber? Kemewahan dan terkenal adalah suatu kebutuhan dan keharusan,” kata Diana dengan semangat berapi-api. Contoh sederhana banyak kita temui saat ini. Misalnya kebutuhan gadget yang sebenarnya tidak selalu harus diprioritaskan, tapi banyak orang yang kebelet untuk memiliki barang-barang ini biar dicap anak eksis. Menurut Diana, meskipun para social climber belum membutuhkan atau belum mampu untuk membeli gadget-gadget mahal, mereka pasti merasa gelisah dan pengen cepat-cepat punya juga. Kenapa? Ya karena mereka ingin dianggap keren, cool, dan menarik perhatian lingkungan sekitarnya.

Cerita kedua datang dari Christy Sondakh. Menurut Christy semua orang memang ingin meningkatkan status sosialnya, tergantung dari cara yang mereka tempuh.

“Memang semua orang pingin status sosialnya naik, siapa sih yang nggak? Nah, sayangnya para social climber nih merupakan orang-orang yang nggak peduli sama apa yang namanya proses untuk naik ke status sosial yang lebih tinggi. Bagi mereka, instant is the best. Hal yang paling mencolok dari para social climber tentu saja, lifestyle. Ya, aku gak mau ambil pusing itu kan kehidupan mereka dan mereka yang jalanin, hehe," ucap cewek kelahiran bulan Juli ini.

And the last but not least, ada Gita Tooy siswi SMA Negeri 1 Manado.

" Pendapat aku sih, tentang social climber yah, buat apa mereka memaksakan buat punya sesuatu sedangkan orag tua mereka mungkin gak mampu buat membiayai apa yang mereka mau. Lebih baik mensyukuri apa yang ada aja deh, hehe," tutur cewek yang suka banget sama semua hal berbau Jepang. (fau/tkg)
 

Types of Social Climber

TERNYATA ada hobi baru yang kini mulai ditekuni para ababil krisis rating. Yap, social climber. Jangan salah Xtion, social climber bukanlah sekumpulan anak-anak pecinta alam yang hobinya mendaki gunung. Ini adalah sebutan bagi mereka para pendaki tangga popularitas. Langsung aja deh deteksi ciri-ciri si social climber! (fau)

1. Nempel ala Parasit
Karena si social climber ini ngebet banget pengen eksis otomatis dia harus melakukan berbagai hal biar rating-nya naik. Salah satunya dengan temenan sama yang orang-orang yang rating-nya memang tinggi. Mulai dari gerakan nempel-nempel ke pimpinan-pimpinan organisasi sekolah, sok gaul bareng geng eksis sekolah sampai deket-deketan sama anak-anak pejabat. Yah, biar kesannya masuk dalam list anak gaul Nyiur Melambai. Padahal ternyata, dilambaikan tangan sama teman seangkatan aja gak pernah tuh, uhuk!

2. Friend Napping
Niatnya sih mau ngenalin dia ke teman-teman kita. Eh, kok ujung-ujungnya dia malah sok kenal sok dekat sama teman-teman kita? Terus akhirnya dia dengan PD-nya jalan sama mereka, kadang kita juga suka gak diajak sama dia. Kita yang ngenalin, tapi akhirnya dia yang merebut teman-teman kita sendiri. Friend napping, ouch! Udah biarin aja dia ngambil teman-teman kita, kasihan banget si dia krisis stock teman.  Toh nanti juga bakal ketahuan mana yang temenan karena tulus mana yang berteman karena modus.

3. Pencitraan
Fake it till you make it. Dunia semakin kejam, kudu ati-ati sama orang yang kayak begini. Pencitraan selalu dinomorsatukan. Ada yang pura-pura baik di depan eh nusuk di belakang. Senyum manis di depan kamu, tapi diam-diam nyebarin fitnah ke orang lain. Sok eksis ikut semua organisasi dan ekskul, pura-pura rajin di depan ketua dan pembina, eh ternyata full of fakeness. Sok sibuk ngebantu semua acara, lho ternyata tugasnya gak ada yang beres.

4. Plagiat
Apa yang menurut dia keren, semua yang dianggap menarik dan hal-hal dirasa perlu dilakukan biar rating-nya naik, pasti langsung dilakuin. Walaupun harus menjadi plagiat orang lain. Mulai dari style seseorang, gaya ngomong, sampai barang-barang kece yang dimiliki para anak-anak five stars ini pasti langsung diserbu si social climber. Semuanya akan di-copy, gak sekalian aja sist buka usaha fotocopy?

5. Senior-Junior
Gak berhasil mendapatkan title anak eksis sama teman-teman seangkatan, ternyata social climber belum kehabisan cara. Pertama gerakan pendekatan ke adik dan ‘cari muka’ ke kakak kelas. Ke adik kelas biasanya dia bakal menawarkan kebaikan hati. Gak ketinggalan, biar dicap sebagai kakak kelas yang patut dicontoh si dia bakal ngasih motivasi dan wejangan yang lebih super dari Mario Teguh. Lain lagi ke kakak kelas, tanpa malu-malu si social climber akan menunjukkan etiket baiknya. Yah mulai dari pura-pura ngebantuin kakak-kakak kelas atau ikut hangout sama mereka.

Get Some, Lose Some

POSITIF

Kejar Cita-Cita

Kalau mimpi nya jadi ketua osis. Xtion kudu berteman dengan anak-anak rajin, Xtion juga kudu jadi anak rajin. So, kalau brader masih punya mimpi jadi ketos, berhentilah tidur-tiduran manja di rumah. Segala bergaul, dan jadi anak yang rajin, yang mau berteman dengan siapa aja. Bangun relasi yang banyak. Dan bangun self confidence dan leadership.

Tampil Gaya

Kebanyakan orang langsung menilai orang lain pada pandangan pertama. So, biar banyak teman Xtion juga kudu tampil gaya biar ganteng maksimal. First thing first, Brader kudu mandi yang bersih. Nah buat yang malas mandi, udahin hobi jelek kayak gini. Pakai outfit keren, dan jangan lupa upload dengan #OOTD.

Kesatuan

Sekarang kan udah sama, udah bisa berteman sama teman impian. Jadi, nggak usah berantem-berantem deh. Makin kompak, makin baik. So, bersama teman, bangun hubungan yang positif. Ciptakan kreatifitas tanpa batas bersama sahabat.

NEGATIF

Dompet makin Tipis

Yah kalau bertemannya sama yang punya duit banyak itu bersiko tinggi. Uang yang dikeluarkan juga nggak sedikit. karena Xtion juga harus ikut kayak mereka. Beli tas LV, baju Marc Jacobs, celana Dolce and Gabbana sama sepatu Chanel. Kalau kayak gitu, mending mimin @XpresiMP beli tanah samping mantos aja deh.

Mr/Mrs. KW

Karena nggak mampu beli barang yang mahal. Sista cuma bisa follow online shop di instagram, dan beli barang-barang kw yang jelas lebih murah sama barang yang ori yang dipakai sama kaum sosialita. Dari kepala sampai kaki pake barang kw, apa gak malu bray?

Pilih Teman

Kalau udah temenan sama yang banyak duit dan high class, Xtion juga bisa ketularan high class. Tapi bisa-bisa Xtion malah pilih-pilih teman. Dan lupain sama teman Xtion yang dulu. Wah, berabe kalau udah kayak gini, seperti kacang lupa sama kulitnya. (set)

Kirim Komentar