03 Okt 2014 04:56
Pro dan Kontra Seputar UU Pilkada

Haruskah Suara Rakyat Diabaikan?

MyPassion
Foto: Ilustrasi

Udah kayak sinetron Catatan Hati Seorang Istri aja deh pemerintah sekarang. Dramanya segudang, tapi masyarakat terus aja digantungin. Kalau Xtion yang tiap harinya cuma bisa nongki cantik di mal gak jelas, udahin dulu deh kebiasan yang satu itu. Cus, pantengin TV lihat perkembangan pemerintahan sekarang sama perubahan UU yang makin aja gak jelas. Itu tuh, perubahan UU baru tentang pemilihan kepala daerah seperti Gubernur, Walikota, dan Bupati yang kononnya dipilih langsung oleh DPR bukan lagi dipilih rakyat secara langsung. Wah, kalau dijadiin film, pasti rating-nya tinggi nih.

Gak ada habisnya yah, rakyat selalu dikejutkan sama hal-hal beginian. So, Xtion kudu kritis dong. Pemerintahan kita lagi atit nih, butuh perhatian Bradersista. Kita juga harus berani untuk mengambil keputusan dan menanggapi permasalahan negara kita ini, jangan cuma tahu ngabisin duit ortu aja, karena Ibu pertiwi membutuhkan mu nak! *kesambet alay*.

Karena moto mimin @XpresiMP itu silent is gold, kepo is diamond. Akhirnya mimin @XpresiMP udah kepoin beberapa Xtion yang udah siap sama argument kritis mereka. Langsung aja yang pertama ada siswi SMA Eben Haezar Manado, Meike Lidya Manangka, setujuh gak sih sama perubahan UU Pilkada? “Aku sih gak setuju soal perubahan UU Pilkada karena menurut aku kurang bagus,” ungkap cewek yang fans sama Sungha Jung ini. Kok bisa gak setuju sih Meike? "Ia dong, negara kita ini adalah negara demokrasi. Kalo demokrasi itu harus dengerin aspirasi dari rakyat bukan terbatas pada perwakilan rakyat saja," beber cewek yang hobi cover dance itu

Senada dengan Meike, cowok dengan nama lengkap Gorbi Satinus Janis Daramu ini juga selalu mengikuti perkembangan pengambilan keputusan tentang UU pilkada ini lewat TV.

“Kalau aku sendiri gak suka sama UU Pilkada yang baru ini, itu sama aja mengambil hak rakyat,” tutur siswa SMAN 1 Siau. Selain gak setuju, cowok yang hobby membaca ini ternyata meyakini kalau UU Pilkada yang baru punya banyak kelehaman. "Kelemahannya banyak, yang pasti sistem pemilu Luberjudil sudah gak ada lagi," tegas cowok sagitarius tersebut.

Yang terakhir datang dari siswi SMA Negeri 1 Bitung, Fera Anastasia Rungkang. Tanggapan masih sama nih Xtion, masih tetap pada gak setuju.

"Aku kurang setuju nih soal UU Pilkada yang baru diberlakukan ini. Soalnya secara tidak langsung para pemerintah udah merampas hak kita sebagai warga negara Indonesia," jujur cewek yang hobi nyanyi ini. Cewek yang sering disapa Fera ini juga menambahkan kalau masih terus saja diberlakukan, nanti dampaknya yaitu bakalan terjadi KKN.

Wah, pada kritis aja nih, gitu dong Xtion! Memang masih menjadi perdebatan, pasti ada yang setuju dan gak setuju nih. Tapi gak perlu takut kok buat menyuarakan pendapat karena perbedaan ini lah yang bakal menyatukan kita nanti. Hidup demokrasi Indonesia! (kev/set/fha)

Kirim Komentar