31 Jul 2014 12:50
Revitalisasi Danau Mulai Action

Eceng Gondok Jangan Dipolitisir

MyPassion
MASALAH BERSAMA: Eceng gondok di Danau Tondano jangan dibawa ke ranah politik namun harus dipikirkan secara bersama-sama.

TONDANO – Keberadaan eceng gondok yang kembali mulai menutupi Danau Tondano seharusnya menjadi persoalan bersama. Bukan hanya elit politik  namun masyarakat juga harus ambil bagian.

"Jangan dipolitisir, karena pemerintahan sekarang si ‘A’, jadi membantu. Atau dulunya pemerintahan si ‘B’ tak mau membantu. Ataupun sebaliknya. Danau Tondano ini kepentingan bersama, bayangkan saja jika danau ini musnah, semua kena imbasnya," ujar salah satu legislator Minahasa dari Partai Golkar Yanny Marentek.

Marentek menyebutkan, kesadaran warga sekitar danau sangat rendah. Mereka enggan membantu pemerintah memusnahkan hama di danau tersebut.

"Dulu waktu Pak SVR laksanakan program pemberantasan eceng gondok di danau, dengan pemberdayaan masyarakat sekitar, yang lain hanya berpangku tangan dan melihat saja. Setelah sudah bersih, mereka langsung mematok jaring untuk dibuatkan karamba. Sulit jika seperti itu," terang Yanny.

“Sekarang masa kepemimpinan berbeda, mereka hanya menyerahkan kepada pemerintah bahkan mereka menganggap eceng gondok hanya persoalan pimpinan daerah bukan persoalan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi beberapa waktu lalu telah menyepakati kerjasama dengan BP DAS terkait revitalisasi Danau Tondano yang secara tidak langsung akan menyingkirkan eceng godok dari permukaan.

“Pemkab Minahasa akan menyosialisasikan ini kepada masyarakat dan memohon dukungan sepenuhnya dan jangan mempersulit agar persoalan di Danau Tondano ini, seperti eceng gondok, dapat segera teratasi secara berkesinambungan,” ujarnya.

“Saat ini sudah sementara action,” tambah JWS.

Kepala Balai Wilayah Sungai Kementerian PU di Sulut, Ir Bob Lombogia belum lama ini menjelaskan, konsep revitalisasi Danau Tondano ini meliputi pengendalian laju pendangkalan danau dengan membangun bangunan pengendali sedimen sepanjang sisi terluar keliling danau dan pembangunan bendungan pada inlet sungai dan alur intermittet. Di samping itu, juga pengendalian laju pertumbuhan eceng gondok melalui pembersihan dan pemusnahannya dalam jumlah dan volume tertentu secara serentak dan berkelanjutan.

“Juga ada pembangunan drainase di daerah inlet danau untuk memperkecil suplai limbah ke danau, serta pembangunan pintu pengatur di outlet Danau Tondano,” ujar Lombogia sembari menambahkan bahwa  revitasliasi ini telah dianggarkan sebesar Rp75 miliar di tahun 2014 dan Rp125 milar di tahun 2015 mendatang.(tr-03/gyp/nes)

Kirim Komentar