12 Sep 2019 08:37

Rute Manado-Davao Segera Dibuka

Sinyo Harry Sarundajang

MANADOPOSTONLINE.COM—Rute Manado-Davao akan segera mulai beroperasi, hal ini akan diresmikan pada tanggal 27 September nanti jika semua dokumen telah selesai pengurusannya.

Duta Besar LBBP RI untuk Filipina, Kepulauan Marshall, dan Palau, Dr. Sinyo Harry Sarundajang mengatakan direncanakan dirinya dan Duta Besar Filipina untuk Indonesia Leehiong T. Wee juga akan hadir dalam peresmian penerbangan Manado-Davao, sekaligus turut serta dalam penerbangan perdana tersebut.

"Maskapai penerbangan yang akan melayani rute tersebut adalah Garuda Indonesia dengan jadwal 2 kali seminggu dan kemungkinan besar dapat bertambah," terangnya.

Dubes Sarundajang melanjutkan pendekatan ke berbagai maskapai penerbangan baik maskapai di Filipina dan di Indonesia telah dilakukan, termasuk dukungan pemerintah kedua negara.

“Garuda Indonesia atas rekomendasi Menteri BUMN Indonesia akhirnya memilih untuk membuka kembali jalur penerbangan ini," ungkap mantan gubernur Sulut tersebut. 

Terbukanya kembali rute penerbangan menurut dia tidak lepas dari dukungan dan kerjasama Duta Besar Filipina untuk Indonesia,  Leehiong T. Wee,  demikian pula dukungan dari Presiden Rodrigo Duterte dan Presiden Joko Widodo.

"Saya yakin dengan terbukanya jalur penerbangan ini, akan memberikan akses dari dan ke Filipina kepada kurang lebih 17 provinsi di Indonesia yang berada di Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Maluku Utara, Papua, Bali dan Nusa Tenggara," ucap dia.

Dia melanjutkan selain untuk tujuan wisata seperti Borocay, Cebu dan Palawan, Filipina juga merupakan tujuan Pendidikan (sekolah) bagi warga Indonesia.

“Itu untuk beberapa universitas terkenal seperti Universitas Ateneo, Universitas De La Salle, Universitas AIIAS (Adventist International Institute of Advanced Studies), dan Seminari-Seminari Katolik,” imbuhnya.

Kata dia hal ini sangat potensial karena biaya tiket menjadi lebih murah dibandingkan selama ini harus melalui Jakarta, Singapura dan Kuala Lumpur.

"Masyarakat Sulawesi Utara akan sangat diuntungkan. Untuk itu Sulawesi Utara harus mampu berbenah diri baik infrastruktur dan SDM. Sangat memungkinkan ke depan Bandara Sam Ratulangi dapat menjadi hub port konektivitas Indonesia ke beberapa negara di Asia Pasifik. Untuk itu perluasan bandara Sam Ratulangi harus dilakukan," jelas dia.

“Posisi Sulawesi Utara sangat strategis untuk jalur penerbangan ke beberapa negara di Asia seperti Malasysia, Singapura, Brunei, Jepang, Tiongkok, Korea, Thailand, Vietnam, dan lainnya bahkan hingga ke Amerika,” tandasnya.(asr/gnr)









Komentar