11 Sep 2019 14:04

BI Sulut, Siap Ikut Fesyar KTI di Kalsel

R Eko Adi Irianto

MANADOPOSTONLINE.COM - Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2019 bakal dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), tepatnya di Kota Banjarmasin pada 12 hingga 14 September 2019.

 

Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Sulut Arbonas Hutabarat melalui Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi R Eko Adi Irianto menyampaikan, Sulut sendiri telah siap untuk ikut dalam Fesyar yang nantinya akan digelar di Kalsel. Kegiatan tersebut pun melibatkan kurang lebih 19 provinsi.

"Pekan lalu, kita baru saja mengadakan Fesyar. Nah, disitu kita sudah membuat beberapa kompetisi untuk nantinya akan akan kita wakilkan ke Banjarmasin," kata Irianto.

Kedepan, dirinya akan memperhatikan beberapa komunitas seni di Sulut, dan mengajak UMKM juga untuk bergabung pada kegiatan tersebut.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Kalsel Herawanto mengatakan sebuah kebanggan bagi Provinsi Kalsel dapat menjadi tuan rumah penyelenggaraan Fesyar Kawasan Timur Indonesia. Untuk tahun sebelumnya even ini sukses digelar di Provinsi Kaltim.

"Pada Fesyar Kawasan Timur Indonesia akan digelar berbagai macam even, mulai dari Forum Bisnis, Workshop, Forum Discussion Group dan Pameran," tuturnya.

Dia menjelaskan untuk forum bisnis, akan digelar kegiatan Forum Investor atau Forum Bisnis Syariah di Regional KTI dengan menghadirkan pembicara dari Otoritas yang relevan untuk tema 'Prospek Ekonomi atau Usaha Syariah di tingkat Regional' dan dua orang pelaku usaha syariah di bidang Food, Fashion, Integrated, Farming dan Wisata Halal untuk mempersentasikan peluang investasi dimasing-masing usaha syariah.

Ada pun untuk pesertanya sendiri dari kalangan pelaku UMKM, Calon Investor, Pelaku Usaha Syariah dan Akademisi dengan target 100 peserta.

Sementara untuk Workshop akan digelar TOT Modul Ekonomi Keuangan dengan pembicara dari BI yang akan melibatkan akademisi dari program studi yang bekerjasama dengan BINs ditambah dengan PT yang punya program studi ekonomi syariah dengan target peserta 30-50 orang.

Kemudian untuk FGD akan digelar FGD Model Holding Pesantren. Terakhir untuk even Pameran akan diisi oleh UMKM terbaik dari 19 daerah di Indonesia, perbankan, lembaga keuangan hingga pesantren dengan target jumlah pengunjung mencapai 2.000 orang.

Selain acara dipusatkan di satu tempat ada acara di pondok Pesantren dan ada juga acara di kampus. "Ekonomi syariah ke depan jadu penggerak perekonomian kawasan Indonesia Timur. Kegiatan ini sifatnya inklusif (untuk semua) dan bukan untuk kalangan tertentu saja," tambahnya.

Sementara untuk target perhari, dirinya menyebutkan ada sekitar 8000 pengunjung yang akan disedot perhatiannya lewat kegiatan ini.

Diketahui, acara tersebut juga akan menggandeng Komite Nasional Keuangan Syariah dan Pemprov Kalsel. Di mana bakal mengintegrasikan seminar, forum, workshop, expo, business matching untuk memperkuat posisi Indonesia dalam global halal value chain.(Gabriella Rarumangkay)









Komentar