11 Sep 2019 11:22

Tak Berfungsi, Embung Air Tidak Bisa Aliri Lahan Pertanian

Embung air di Desa Tombolikat tidak difungsikan untuk lahan pertanian. Foto diambil, Selasa (10/9) kemarin. (Billy/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM– Embung air di Desa Tombolikat tidak difungsikan. Padahal di musim kemarau, petani sangat membutuhkan pendistribusian air ke lahan pertanian.

Petani Desa Tombolikat Hendri Makalunsenge mengatakan, pembangunan embung di Desa Tombolikat tidak sesuai penempatan, karena dekat dengan perkampungan, sehingga tidak bisa dimanfaatkan untuk kepentingan para petani khususnya di daerah pegunungan.

“Saat ini embung tersebut hampir kering dan tidak ada pasokan air yang ditampung. Jika kesiapan air pun ada, maka tidak bisa disalurkan ke lahan petani karena jauh dari wilayah perkebunan,” kata Hendri.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Boltim Ir.Setiono mengakui, tentang krisis air yang melanda perkebunan warga khususnya di wilayah pegunungan. Hampir rata-rata petani meminta agar pemerintah menyiapkan pompa air untuk menunjang perkebunan warga.

“Kami siapkan 12 unit embung untuk wilayah perkebunan. Tidak ada embung yang tidak difungsikan, sebab setiap embung bisanya untuk melayani lahan perkebunan yang dilanda kekeringan,” ujar Setiono.

Dia pun mengemukakan, jika memang ada embung yang tidak berfungsi maka akan ditindaklanjuti. Pihaknya akan mengidentifikasi permasalahan agar mendapatkan solusi terbaik, guna pemenuhan kebutuhan air kepada para petani pasca musim kemarau. “Nanti kita cek langsung di lapangan, sebab setahu saya semua embung itu berfungsi dengan baik,” ucapnya.

Menurut diau, untuk memenuhi permintaan pasokan air di musim kemarau, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 8 unit pompa air yang akan dipinjam pakaikan kepada para petani, khususnya di wilayah pegunungan.

“Selain embung, kita juga siapkan mesin pompa air untuk petani. Sebagai langkah menghadapi anomali iklim sejumlah program penunjang juga akan tetap dipenuhi,” pungkasnya. (ctr-05/ite)









Komentar