11 Sep 2019 08:51
Kantor KEK Likupang Disiapkan, Dipacu Mulai September

Kementerian ‘Keroyok’ Megaproyek Sulut

MANADOPOSTONLINE.COMPembangunan megaproyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang dipacu pemerintah pusat. Pasalnya investasi senilai Rp7,1 trilun sudah masuk ke KEK Likupang. Bulan ini targetnya penyediaan kantor sementara KEK.

 

Kehadiran KEK Pariwisata Likupang dipercaya bakal menjaring wisatawan dari negara-negara bagian Utara. Seperti China, Jepang, Korea, Amerika dan sebagian eropa.

Bukan tanpa alasan, karena iklim subtropis di negaranya, banyak wisatawan manca negara (wisman) gemar berkunjung ke negara-negara yang beriklim tropis seperti Indonesia.

Diungkapkan Menteri Pariwisata (Menpar) RI Arief Yahya di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III Kemenpar bersama beberapa kementerian dan instansi di Swisotel PIK Avenue, Jakarta, Selasa (10/9), awalnya hanya empat destinasi super prioritas, yaitu Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur dan Mandalika.

“Yang diputuskan empat destinasi itu tanggal 15 Juli pagi, tapi di hari yang sama, sorenya, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk memasukkan satu daerah lagi, yaitu Likupang,” beber Menpar Arief kepada Manado Post di Jakarta kemarin.

Untuk anggaran, lanjut Arief, dari beberapa kementerian memang menyusun baru untuk empat destinasi. “Jadi di beberapa kementerian, penganggarannya masih untuk empat destinasi super prioritas karena baru berubah setelah diperintahkan presiden. Anggaran awal masih Rp 6,4 triliun masih untuk empat destinasi. Belum dibuat lima. Nanti totalnya 7,2 triliun,” beber Arief.

Sementara, khusus untuk investasi di KEK Likupang, beber Arief, sudah ada beberapa yang masuk. “Investasi sudah ada yang masuk, sudah membangun, investasi yang masuk menyentuh Rp 7,1 triliun. Belum termasuk hotel JW Mariott yang juga sudah masuk,” tandas Menpar Yahya.

123








Komentar