10 Sep 2019 09:12

PNS Wajib Gunakan Bright Gas, Pemerintah Diminta Tegas

Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM— Penggunaan elpiji non subsidi, seperti Bright Gas, harus  dioptimalkan. Masyarakat menegah ke atas, seperti pengusaha, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pemilik rumah makan yang berpenghasilan lebih dari Rp 1 juta pun perlu didorong untuk menggunakan tabung yang identik dengan warna pink tersebut.

Hal ini ditegaskan Ekonom Sulut Dr Robert Winerungan. Akademisi Unima tersebut menyebutkan, masalah konsumen Bright Gas, hanya persoalan moral hazard.  Karena sejauh ini semua masyarakat masih mudah mendapatkan elpiji  3 Kg.

“Elpiji subsidi itu masih mudah didapatkan. Siapa yang tidak mau, mendapatkan elpiji dengan harga murah namun kualitasnya sama. Ini salah satu penyebab penggunaan Bright Gas masih belum optimal,” sebut Alumnus Unhas tersebut.

Winerungan pun menekankan, perlu adanya himbauan moral kepada masyarakat yang mampu, agar tidak memanfaatkan elpiji subsidi yang notabenenya untuk masyarakat miskin.

Dia pun meminta semua stakeholder, mulai dari Pertamina, agen penyalur hingga pemerintah harus bertindak tegas, jika mendapati, ada rumah makan besar masih menggunakan elpiji bersubsidi.

“Harus tegas. Karena sosialisasi saja tidak cukup. Buktinya sampai saat ini masih banyak masyarakat yang dikategorikan mampu tapi masih menggunakan Bright Gas. Sehingga yang menjadi korban adalah masyarakat menengah ke bawah. Ini harus diseriusi,” imbaunya tegas.

Secara terpisah, Sales Executive LPG Pertamina Area Manado Parama Ramadhan menanggapi hal tersebut. Dia membeber berdasarkan data,  sepanjang tahun ini penyaluran Bright Gas setiap bulannya mencapai 346 Metrik Ton (MTon). 

Bahkan mengalami peningkatan dibandingkan dua tahun terakhir.  “Realisasi tahun ini naik, dibandingkan 2017 dan 2018. Dimana hanya 210 MTon setiap bulannya,” sebutnya.

Meski tak menampik, masih belum diketahui pasti siapa yang menyebabkan kenaikan tersebut. Apakah usaha kuliner yang semakin menjamur, atau adanya kesadaran dari masyarakat yang mampu. “Kalau soal itu kami belum punya data yang pas,” akunya.

Namun dia memastikan, untuk memaksimalkan penggunaan Bright Gas di Sulut, sosialisasi terus dilakukan dengan dukungan berbagai pihak termasuk pemerintah. “ Sosialisasi terus dilakukan. Dengan melibatkan pemerintah di masing-masing daerah juga. Semoga kedepannya penggunaan Bright Gas terus meningkat,” tutupnya. (asr/ayu)









Komentar