05 Sep 2019 08:59

Putra Sulut Fit And Proper Test Capim KPK di DPR

MANADOPOSTONLINE.COM—Daftar calon pimpinan (Capim) KPK akhirnya diserahkan kepada Pimpinan DPR RI kemarin (4/9). Dewan pun akan membacakan surat dari Presiden Jokowi itu dalam rapat paripurna hari ini. DPR berjanji akan menuntaskan proses fit and proper test sebelum pelantikan dewan baru.

Diketahui, 10 nama yang dimasukkan ke Jokowi, ada putra Sulawesi Utara asal Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), yang lolos ketatnya seleksi capim KPK, yaitu Nawawi Pomolango. Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Denpasar tersebut diketahui, merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.

Nawawi Pomolango adalah satu-satunya calon pimpinan (Capim) KPK yang lolos seleksi 10 besar yang berasal dari profesi hakim. Kariernya sebagai hakim dimulai di Pengadilan Negeri Soasio Tidore pada 1992.

Empat tahun kemudian, ia dipindah menjadi hakim di Pengadilan Negeri (PN) Tondano, Sulawesi Utara. Kemudian lima tahun setelahnya, ia dimutasi sebagai hakim di PN Balikpapan. Pada 2005 ia kembali dimutasi ke PN Makassar. 2008 ia menjadi Wakil Ketua PN Poso hingga dua tahun kemudian ia menjadi Ketua. Setelah itu, ia bertugas di PN Jakarta Pusat pada 2011-2013. Di sini ia menjadi hakim spesialis mengadili kasus-kasus tindak pidana korupsi yang ditangani KPK.

Pada 2013 ia menjadi Wakil Ketua PN Bandung, lalu dua tahun kemudian menjadi Ketua PN Samarinda. Sejak 2016, Nawawi kemudian menjadi Ketua PN Jakarta Timur dan diperbantukan sebagai hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

Satu tahun kemudian, tepatnya 2017 akhir hingga saat ini, ia menjadi hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Denpasar. Nawawi pernah menjatuhkan vonis 8 tahun penjara kepada eks hakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar, dalam kasus suap uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Ia juga pernah menghukum eks Ketua DPD Irman Gusman selama 4,5 tahun penjara dalam kasus suap kuota gula impor. Nawawi terakhir melaporkan LHKPN pada 26 Maret 2019. Total harta kekayaannya sebesar Rp1.893.800.000.

Ia menyatakan, keinginannya menjadi Capim KPK didorong tekadnya memberantas korupsi di garda terdepan. Visinya, bila terpilih, pejabat negara yang terjerat korupsi dilekatkan dengan dakwaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Saat uji publik di depan Pansel KPK, Nawawi mengatakan, bila terpilih, pejabat negara yang terjerat korupsi akan dikenakan dengan dakwaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). "Apa sulitnya menerapkan TPPU ini. Saya komit. Orang lebih takut miskin dari pada mati," kata Nawawi dilansir dari merdeka.com.

Dia juga menjamin tidak akan ada pelaku korupsi dari unsur hakim apabila dirinya terpilih. "Kalau sampai saya di KPK masih ada hakim yang tertangkap, keterlaluan. Saya tidak membayangkan ada hakim lagi yang tertangkap," tandasnya.

123








Komentar