02 Sep 2019 08:14

Lagi, China Bakal Bikin Film di Sulut

FILM genre percintaan terbaru keduanya berjudul ‘Predecessor 3: Goodbye Former’ sedang syuting di Manado. Saat ini film tersebut mampu meraih box office tiga besar di China. Latar film ini banyak mengambil setting di Sulut seperti halnya latar Monumen Yesus Memberkati Citraland dan view Manado dengan pantai dan Taman Laut Bunaken.

MANADOPOSTONLINE.COM—Akhir pekan lalu, reality show dengan judul ‘Love in The Island 2’ resmi dilaunching. Acara televisi yang diproduksi Starbright Group, diinisiasi MM Group, Lion Group, dan PADI Group tersebut mendapatkan respon baik. Tak ayal target pembuatan film ketiga pun diutarakan.

“Kami bersyukur film ini mendapatkan respon yang baik dari semua pihak. Baik pemerintah dan juga stakeholder. Jika film ini mendapatkan rating baik, pasti kami akan terus membuat karya lagi. Bisa juga meluncurkan film ketiga dengan lokasi di Sulut,” ungkap GM Starbright Garden Resort Manado Miya Chen Le Piing, ketika diwawancarai usai acara launching.

Lanjutnya,  80 persen tempat syuting film tersebut dilakukan di tempat wisata di Sulut. Mulai dari Bunaken, Tomohon, dan tempat wisata lainnya. Dia membeber film tersebut menceritakan tentang cinta dan diving. Juga menjadi reality show pertama di China. Akan tayang 13 episode dengan total durasi 280 menit di Guangdong Star TV. “Film ini juga mengumpulkan mayoritas penyelam.  Yang dikemas dengan unik dan menarik. Semoga ratingnya bagus, agar bisa diputar juga di Indonesia. Harapannya melalui film ini pariwisata Sulut bisa lebih dikenal lagi,” kuncinya.

Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) melalui Kadis Kebudayaan Sulut Ferry Sangian mengungkapkan rasa terima kasihnya pada langkah dan komitmen MM Group bersama tim lain dalam mempromosikan pariwisata Sulut melalui film. “Ini adalah langkah yang baik. Kami berterima kasih atas kepedulian dan komitmen MM Group memajukan dunia pariwisata Sulut,” kata Sangian memuji.

Dia pun membeber, kepariwisataan Sulut terus menunjukkan tren positif. Hal tersebut bisa terlihat dari meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) khususnya turis China yang datang ke Sulut melalui pintu masuk Bandara Samrat Manado. Ini juga tak lepas dari jasa layanan pariwisata MM Travel. Dia meyakini dengan dilaunchingnya film tersebut, akan membuat Sulut semakin dikenal luas. Tidak hanya di China tapi juga di negara lain.

Sangian berjanji memberikan dukungan penuh pada MM Group dan juga tim lainnya untuk menyukseskan film tersebut. “Kami tidak hanya berterima kasih, tapi akan memberikan dukungan penuh untuk semua usaha yang baik ini. Semoga filmnya sukses,” harapnya.

Di tempat yang sama, Direktur MM Group melalui Deputy Managing Direktur Leo Parrangan menekankan, selama ini pihaknya terus berkomitmen untuk memajukan pariwisata Sulut. Pihaknya meyakini melalui sebuah film pariwisata Sulut bisa lebih dikenal luas.

“Ini adalah bagian dari komitmen MM Group. Pastinya dari jajaran CEO hingga direksi. Semua ini dilakukan untuk Sulut yang semakin hebat,” tutupnya.(ayu/gel)









Komentar