19 Agu 2019 14:35

Diduga Gelapkan Mobil, Oknum CPNS Diciduk Resmob Polres Minahasa

Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Diduga melakukan tindak pidana penggelapan mobil, NS alias Oi (37), warga kelurahan Kinilow Satu, Kecamatan Tomohon Utara, diciduk Resmob Polres Minahasa.

 

Di bawah pimpinan Kepala Tim (Katim) Resmob Aiptu Rony Wentuk, Kamis (15/8) pukul 23.00 WITA di Kelurahan Wailan, Kecamatan Tomohon Selatan. Oi yang berprofesi sebagai pegawai negeri Sipil (PNS) ini, diamankan lantaran diduga kuat melakukan tindak pidana penggelapan 2 unit mobil.

Masing-masing Toyota Avanza G tahun warna putih Nopol DB 1607 EG, nomor mesin BK75241, nomor rangka MHKM1BA3JK049369 milik dari Deivi Paomei alias Kindo, warga Kelurahan Wawalintouan, Kecamatan Tondano Barat, Minahasa.

Serta 1 unit Daihatsu Xenia R Sporty putih, nomor polisi 1018 MQ, nomor mesin DK6715 dan nomor rangka MKMMHKF1BA2JK014343 milik Bily Motulo, Desa Lalumpe, Kecamatan Kombi, Minahasa.

Menurut pengakuan pelaku di hadapan polisi, Avanza milik Deivi Paomei alias Kindo, sudah digadaikan kepada Pedik, warga Kelurahan Kayu Besi, Kecamatan Airmadidi, Minahasa Utara. Namun setelah ditelusuri Tim Resmob Minahasa, kendaraan tersebut sudah diambil oleh orang yang mengaku saudara dari selingkuhan pelaku dengan memberikan uang tebusan.

Setelah mendapatkan informasi, Jumat (16/8) sekira pukul 12.00 Wita, Tim Resmob bergerak menuju wilayah Langowan untuk mencari mobil Daihatsu Xenia R Bily Motulo, yang ikut digelapkan pelaku.

Ternyata mobil tersebut telah digadaikan pelaku dan selingkuhannya kepada Danli warga Desa Amongena, Kecamatan Langowan Timur. Namun didapati kondisi mobil tersebut sudah tidak lengkap. Dua ban belakang dan ban kiri depan serta kunci mobil sudah tidak ada.

Denly mengaku tiga buah ban ada pada anaknya dan dia berjanji akan kembali dipasang pada mobil tersebut. Kemudian akan diserahkan kepada kepolisian.

Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang melalui Kasubag Humas Ferdy Pelengkahu, tak menampik penangkapan tersebut. Menurutnya, penangkapan pelaku berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/60/II/2019/Sulut/Resmin tanggal 15 Februari 2019. “Pelaku ditangkap tanpa perlawanan. Kemudian digiring di Mapolres,” ungkap Pelengkahu.(CW-02/GNR)









Komentar