15 Agu 2019 08:31
35 Triliun Kredit Bank, 64,14 Persen Konsumsi

Warga Sulut Doyan Utang

MANADOPOSTONLINE.COM—Semua orang sudah tahu warga Sulut boros. Tapi melihat data, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2018, konsumtifnya warga Nyiur Melambai ini sudah kebangetan. Lihat saja data OJK, angka kredit masyarakat Sulut ke perbankan mencapai Rp35.629.500.710.166 (Rp35,6 triliun).

 

Dari total kredit tersebut, 62,14 persen atau setara Rp22,1 triliun merupakan kredit konsumsi. Sementara kredit modal kerja hanya 25,35 persen atau Rp9 triliun, dan kredit investasi hanya 12,50 persen atau Rp4,4 triliun. Melihat angka tersebut, istilah masyarakat biar kalah nasi, asal jangan kalah aksi bisa dikatakan memang terbukti.

Kepala BI Sulut Arbonas Hutabarat mengatakan, besarnya penyaluran kredit, khususnya pada konsumtif menandakan perekonomian masyarakat Sulut mulai meningkat. Karena pesatnya pertumbuhan kredit secara umum, membuktikan perekonomian suatu daerah terus tumbuh.

“Bisa jadi hal ini disebabkan oleh naiknya gaji para pegawai atau prospek usaha yang semakin membaik. Sehingga mempengaruhi kredit konsumtif yang lebih tinggi,” katanya saat diwawancarai kemarin.

Namun dia melanjutkan, bagi pihak perbankan sangat penting untuk menjaga angka kredit masyarakat dan mendorong naik dana pihak ketiga. “Pihak perbankan harus memperhatikan hal tersebut. Agar total kredit yang disalurkan tidak menyumbang non performing Loan atau NPL yang tinggi,” ungkap Arbonas.

12








Komentar