14 Agu 2019 10:54

Blak-blakan Jatah Menteri, PDIP: Daripada Ngumpet

Hendrawan Supratikno

MANADOPOSTONLINE.COM—Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Magawati Soekarnoputri blak-blakan kepada Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) supaya partainya bisa mendapatkan banyak menteri. Namun demikian, yang dilakukan oleh Megawati Soekarnoputri dianggap tidak etis. Karena terang-terangan ‘ogah’ diberikan jatah empat menteri oleh Jokowi.

 

Politikus senior PDIP, Hendrawan Supratikno mengatakan yang disampaikan oleh ketua umumnya Megawati Soekarno‎putri adalah kedewasaan berpolitik. Karena menyampaikan aspirasi secara terbuka.

‎”Itu adalah bentuk kedewasaan berpolitik. Politik tidak hanya jadi urusan sekelompok elite di lorong-lorong gelap, Ini bagus kok, transparansi itu bagus mas, apa anda lebih seneng bisik-bisik? ngumpet-ngumpet, kan enggak,” ujar Hendrawan kepada wartawan, Senin (12/8).

Sementara permintaan mengenai banyak kursi menteri untuk PDIP. Anggota Komisi XI DPR ini mengatakan sudah menjadi kewajaran partai pemenang Pemilu 2019 mendapatkan kursi yang berbeda dengan partai lain.

‎”Ibu ketua umum itu hanya menegaskan kembali logika politik. Partai yang besar tentu proporsionalitasnya jatahnya lebih besar, itu logika politik,” katanya.

‎Sebelumnya, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri berseloroh di hadapan ribuan kadernya dan di depan Presiden Jokowi meminta supaya PDIP diberikan banyak jatah kursi menteri di kabinet 2019-2024.

‎”Kalau Pak Jokowi ini PDIP mesti banyak. Kalau saya dikasih cuma empat. Emoh. Tidak mau,” ujar Megawati yang disambut tawa kader PDIP di Grand Inna Beach Hotel, Bali, Kamis (8/8) lalu.

‎Megawati berseloroh meminta banyak menteri ini karena, PDIP telah berjuang membantu Jokowi dalam memenangkan menjadi kepala negara di 2019 ini. Sehingga dia meminta kepada Preisden Jokowi supaya dikabulkan permintaanya mendapatkan banyak jatah kursi menteri.

“Saya minta dengan hormat PDIP akan masuk make ke dalam kabinet dengan menteri yang harus terbanyak,” katanya.(jpg)









Komentar