14 Agu 2019 10:20

Hakim Tipikor Periksa Direktur PD Pasar Tomohon Cs

Hakim Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Manado kembali menggelar sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, dalam kasus dugaan korupsi PD Pasar Kota Tomohon, Selasa (13/8) kemarin. (Wulandari Mamonto/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM—Sidang kedua dugaan korupsi di Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Tomohon, kemarin (13/8) kembali bergulir. Agendanya mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Manado.

Dalam sidang tersebut ada 4 saksi dihadirkan. Masing-masing Jems Rotikan (mantan Dirut PD Pasar Tomohon), Adrian Ngengat (Dirum PD Pasar Tomohon), Wilhelm Albert Gontha (Dirop PD Pasar Tomohon), dan Noldi Montolalu (Direktur PD Pasar Tomohon). Para saksi dimintai keterangan mengenai peminjaman uang kas PD Pasar yang dipinjam para tersangka.

Diketahui sumber pendapatan PD Pasar berasal dari reproduksi, sewa menyewa lapak dan sewa ruko. “Hasil dari itu kami masukkan ke kas dan dari uang itu juga yang digunakan untuk menggaji karyawan dan membiayai keperluan lainnya,” ungkap saksi Noldi Montolalu.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Halidja Wally dengan Anggota Edy Darma Putra dan Pultoni, tersangka HSCK alias Hofny, TP alias Theodorus dan RN alias Repsi, mengakui telah meminjam uang kas PD pasar untuk kepentingan pribadi.

Saksi lainnya, James Rotikan mengungkapkan, dana kas PD Pasar hanya bisa digunakan atau dipinjamkan untuk pembangunan PD Pasar atau keperluan PD Pasar lainnya. "Sebenarnya dalam aturan yang berlaku tidak boleh meminjamkan uang kas,” ungkap mantan dirut PD Pasar Tomohon itu.

Diketahui, tersangka Theodorus meminjam uang sebesar Rp 175 juta, Hafni Rp 200 juta lebih dan Repsi Rp 199 juta. “Theodorus sudah mengembalikan 175 juta yang ia pinjam. Sedangkan yang lain belum,” tambah James.

Sidang perkara korupsi ini masih akan berlanjut sampai pemeriksaan saksi selesai. “Ada 21 saksi yang akan hadir memberikan keterangan. Untuk hari ini (kemarin) sudah selesai dengan keterangan 4 orang saksi. Kita akan agendakan sidang selanjutnya minggu depan,” tutup Hakim Juru Bicara PN Manado Imannuel Barru saat dikonfirmasi.(ctr-02/gnr)









Komentar