14 Agu 2019 10:01

NPL Kredit Sulut Capai 1,3 Triliun

MANADOPOSTONLINE.COM— Non Performing Loan (NPL) pada  kredit  perbankan umum Sulut masih menyentuh angka triliunan. Berdasarkan data dari  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Suluttenggomalut, selang Januari hingga Juni kemarin, tercatat NPL Sulut mencapai angka Rp 1,3 triliun atau 3,50 persen dari total kredit Rp 38,67 triliun. 

 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Arbonas Hutabarat menilai angka tersebut masih di bawah batas toleransi BI. Namun Dia menekankan, NPL bisa mempengaruhi kesehatan perbankan, sehingga  harus diperhatikan.

‘’Batas toleransi yang ditetapkan BI lima persen. Jadi  NPL Sulut masih di bawah batas toleransi. Tapi harus diperhatikan,’’ singkatnya.

Di sisi lain, Ekonom Sulut Dr Bambang Hermanto menilai, NPL menandakan ketaatan para debitur rendah. Meskipun tidak terlalu tinggi, namun hal tersebut menurutnya sangat menganggu sektor perbankan.

“Perbankan merupakan suatu sektor yang menunjang pertumbuhan ekonomi dengan cara pemberian kredit. Jika NPL terus mencatatkan angka triliunan maka perbankan akan mengalami kerugian. Akibatnya pertumbuhan ekonomi pun akan melambat,” jelasnya.

Akademisi Unima itu pun menekankan,  besarnya NPL akan berakibat pada kepercayaan masyarakat terhadap perbankan umum. Olehnya, perbankan harus lebih berhati-hati menyalurkan kredit pada masyarakat. 

“NPL yang tinggi akan menurunkan laba perbankan. Dan penurunan tersebut akan berpengaruh pada penurunan harga saham. Jika hal tersebut sering terjadi maka pertumbuhan ekonomi pun akan lesu,” tutupnya.(asr/ayu)









Komentar