13 Agu 2019 10:01

Empat KPP Sulut Kejar 2,3 Triliun

MANADOPOSTONLINE.COM--- Empat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang terdiri dari Manado, Bitung, Tahuna, dan Kotamobagu masih akan mengejar penerimaan pajak sekira Rp 2,3 triliun.

 

Pasalnya berdasarkan  data yang diperoleh dari,  Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wilayah SuluttenggoMalut, selang Januari hingga Agustus realisasi capaian baru menyentuh angka 47, 28 persen atau Rp 1,8 trilun, dari target Rp 3,8 se Sulut.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) DJP SuluttenggoMalut, Agustin Ana Avantin melalui, Kabid Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP SuluttenggoMalut FN Rumondor membenarkan hal tersebut. Dia mengakui,  penerimaan pajak di Sulut memang belum maksimal.

Sehingga pihaknya gencar melakukan sosialisasi terhadap semua Wajib Pajak (WP). Karena salah satu fokus DJP dalam meningkatkan penerimaan pajak adalah edukasi pada masyarakat dan juga menjalin kemitraan dengan berbagai instansi.

“ Realisasi pajak memang masih jauh dari target. Untuk Sulut sendiri penerimaan pajak terbanyak itu dari KPP Manado dan Bitung. Tapi kami tetap optimis tahun ini target bisa tercapai,” yakinnya

Rumondor pun menekankan beberapa alasan yang mengakibatkan lambatnya realisasi penerimaan pajak dari beberapa KPP. Antara lain, minimnya belanja pemerintah pada semester satu, penurunan penerimaan dari sektor perkebunan, juga penurunan harga komuditas. Menurutnya, perkebunan masih paling tinggi pertumbuhannya di Sulut.  Selain itu juga kesadaran warga untuk membayar pajak masih sangat kurang.

“Kesadaran masyarakat untuk bayar pajak juga masih kurang. Itulah mengapa kami terus melakukan pendekatan dan sosialisasi bahkan melibatkan generasi milenial yang ada. Agar target penerimaan pajak bisa terealisasi dengan baik,” tekannya.

Menanggapi hal ini, Ekonom Sulut Hizkia Tasik PhD, menekankan,  pajak sangat dipengaruhi oleh basis pajak dan tingkat pajak yang berlaku.  Menurutnya, hasil pajak bergantung besarnya pertumbuhan pajak dari hasil produksi di setiap lapangan usaha pembentuk PDRB.

Jika produksi lapangan usaha meningkat, maka jumlah pajak yang masuk ke daerah juga ikut meningkat. “Sehingga setiap faktor yang mempengaruhi produksi akan ikut mempengaruhi hasil pajak,” sebutnya.

Tasik pun menyoroti hal yang sangat mempengaruhi realisasi pajak adalah kesadaran wajib pajak dari masayrakat. Dirinya pun menambahkan ada beberapa hal starategis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyararakat agar taat membayar pajak. Diantaranya melakukan pendekatan pada masyarakat,  dan menjelaskan fungsi dari pajak ini sendiri.

“Strategi yang lain adalah mencipatkan pola pikir jika fasilitas umum dan layanan publik yang ada didanai oleh uang dari tax payer atau wajib pajak sehingga hal ini akan menyadarkan mereka betapa pentingnya membayar pajak,” katanya.

Sembari mengimbau, untuk bisa mencapai realisasi penerimaan, pihak DJP harus tegas, dan mampu memberikan efek jera pada semua WP yang tidak mau membayar pajak. “Jika dengan cara halus tidak bisa, maka harus dengan cara yang tegas, tapi tetap pada aturan yang berlaku,”kuncinya. (ayu)









Komentar