08 Agu 2019 09:02

Capai Ratusan Miliar, Realisasi Anggaran Pendidikan Dikritik

Memakan anggaran sebesar 13 miliar. Bukan hanya itu, ada juga pengadaan peralatan/praktek pendidikan SMA sederajat yang bernilai sangat fantastis yakni Rp 56 miliar.

Sebelumnya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) mengakui adanya penurunan ranking pendidikan ke urutan tiga terbawah secara nasional dari UNBK. Namun menurutnya, turunnya ranking pendidikan Sulut, mampu diimbangi dengan jumlah kelulusan yang besar. Pasalnya menurut OD, SMA Negeri 1 Manado adalah sekolah yang paling banyak meluluskan siswa.

“Jadi beda itu antara ranking dan tingkat kelulusan. Jadi bukan berarti tingkat kelulusan kita tidak mencapai. Daerah lain saja, hanya sedikit yang lulus. Tapi untuk Sulut dari segi volume atau jumlah, paling banyak meluluskan siswa siswi. Namun memang dari segi kualitas, Nilai Ebtanas Murni (NEM) kita masih di bawah daerah lainnya. Tapi saya pikir, semua orang mencari kelulusan. Bukan mencari NEM," tuturnya.

OD mengungkapkan, pihaknya bakal menggenjot secara maksimal sektor pendidikan ini. Menurutnya, saat ini Pemprov Sulut memang sedang bekerja keras. Karena ucapannya, baru dua tahun ini Pemprov menangani SMA dan SMK. Kedepannya dirinya menargetkan, bahwa nilai dari setiap siswa bakal ditingkatkan. Mulai dari kelas satu sampai kelas tiga.

"Kan SMA, SMK dan sederajat baru menjadi wewenang Pemprov dua tahun yang lalu. Bukan hal mudah memang untuk memperbaiki. Namun kedepannya, kita menggenjot secara maksimal sektor pendidikan ini. Nanti dilihat, nilai siswa kelas satu sampai kelas tiga bakal meningkat signifikan. Saya sudah sampaikan ke instansi terkait untuk bisa menaruh perhatian lebih terhadap masalah ini," ujarnya.

Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw juga mengakui adanya penurunan dari ranking UNBK dan kompetensi guru. Namun Menurutnya, saat ini sudah ada perubahan yang lebih baik serta transparan dalam dunia pendidikan.

“Kita memang akui, ranking UNBK tahun ini berada di posisi tiga terbawah secara nasional. Namun yang sebenarnya harus dilihat adalah integritas kita yang naik sampai 98 persen. Berarti tidak ada lagi yang curang. Semua sudah kelihatan. Mana yang pandai tetap pandai, mana yang rendah tetap rendah. Tidak ada yang kita tutupi. Bahkan dulu, rankingnya tinggi, namun setelah tes diperguruan tinggi banyak yang tidak mencapai. Jadi integritas yang penting. Karena itu tahun depan, kita bakal evaluasi secara rutin,” sebutnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut Grace Punuh juga mengakui, dengan anjloknya nilai hasil UNBK untuk SMA dan SMK di Sulut, ternyata tidak lepas juga dari hasil Uji Kompetensi Kepala Sekolah (UKKS) dan Uji Kompetensi Guru (UKG). Menurutnya, hasil UNBK dan UKG serta UKKS berbanding lurus.

123








Komentar