08 Agu 2019 09:02

Capai Ratusan Miliar, Realisasi Anggaran Pendidikan Dikritik

MANADOPOSTONLINE.COM—Anggaran pendidikan di Indonesia sangat banyak. Misalnya di Provinsi Sulawesi Utara. Dananya mencapai Rp 900 miliar. Tapi rupanya anggaran tersebut belum mampu mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM).

 

Anggaran paling besar ada pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang disalurkan untuk semua sekolah di Sulut baik SD, SMP hingga SMA sederajat, yang mencapai Rp 500 miliar.

Dengan anggaran besar, tahun ini ranking pendidikan Sulut usai ujian nasional berbasis komputer (UNBK) paling parah dalam sejarah. Sulut berada di peringkat tiga terbawah.

Kemudian anjloknya ranking UNBK Tahun 2019 di Sulut, yang berada di urutan 32 dari 34 provinsi, tidak lepas dari hasil Uji Kompetensi Kepala Sekolah (UKKS) dan Uji Kompetensi Guru (UKP) yang masih berada di bawah nilai rata-rata nasional.

Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulut mencatat, untuk UKKS Sulut mendapat nilai 54,98 dan berada di peringkat 20 dari 34 Provinsi. Angka yang diperoleh Sulut ini juga jauh di bawah nilai rata-rata nasional yang mencapai 56,37.

Sementara itu, untuk UKP Sulut memperoleh nilai 51,65 yang tercatat berada di peringkat 25 dari 34 provinsi. Angka itupun masih terbilang jauh dari nilai rata-rata nasional yang mencapai 56,69.

Diakui Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemprov Sulut Gammy Kawatu, anggaran untuk sektor pendidikan yang dikucurkan sebanyak 900 miliar.

“Ya untuk anggaran di sektor Pendidikan melalui APBD Pemprov Sulut, kita mengucurkan anggaran sebanyak 900-an miliar. Itu baru melalui APBD murni dari kita. Kalau tambah dengan DAU dan DAK, saya tidak terlalu ingat,” ungkapnya.

Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut juga telah memampang secara jelas, jumlah anggaran dan program kerjanya. Terlihat, anggaran yang dialokasi melalui DAU/DAK untuk rehabilitasi gedung sekolah/ruang kelas/ruang perpustakaan/ruang laboratorium/ruang guru beserta perabotnya di SMA sederajat.

123








Komentar