19 Jul 2019 09:39

Empat Capim KPK gugur

Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Empat calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipastikan tidak lolos tahapan uji kompetensi meski hasil tes baru diketahui pekan depan.

Sebab, mereka tidak mengikuti rangkaian tes yang digelar di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Sekretariat Negara, Cilandak, Jakarta Selatan.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Capim KPK Yenti Garnarsih mengatakan, empat pendaftar tersebut gugur dengan berbagai alasan.

Dua orang tidak hadir tanpa keterangan, satu mengundurkan diri, dan satu terlambat hadir ke lokasi melampaui batas maksimal toleransi. ”Toleransinya 30 menit,” ujarnya kemarin (18/7) dilansir dari Jawa Pos (grup Manado Post).

Yenti tidak memerinci capim yang gugur tersebut. Dia hanya menyebut satu nama, yakni Wakapolda Jawa Barat Brigjen Akhmad Wiyagus yang menyatakan mengundurkan diri.

Sementara itu, tahapan uji kompetensi capim KPK periode 2019-2023 tuntas dilakukan kemarin. Dalam tes tahap kedua itu, 188 capim KPK diminta melaksanakan dua jenis ujian.

Pertama, tes kompetensi dengan menjawab 70 pertanyaan pilihan ganda terkait tugas pokok dan fungsi KPK serta persoalan korupsi di Indonesia. Kedua, para capim diminta membuat makalah terkait ide pemberantasan, pencegahan, serta problematika korupsi di Indonesia.

Dua tes itu dilaksanakan secara maraton mulai pukul 08.00-13.00 WIB. ”Jadi, kami ingin menggali sejauh mana mereka memahami permasalahan korupsi di Indonesia,” ujar Yenti.

Anggota Pansel Capim KPK Al Araf menambahkan, hasil uji kompetensi diumumkan pada 25 Juli. Nama-nama yang lolos akan melanjutkan dengan tes tahap tiga berupa psikotes.

Pansel tidak mematok jumlah pendaftar yang ditargetkan masuk ke tahap psikotes. Semua bergantung pada hasil uji kompetensi. ”Dilihat dari ukuran nilai. Jadi tidak ditarget berapa jumlahnya,” ujarnya.

12








Komentar