17 Jul 2019 12:56

Kicauan Rasial Trump Dikecam Pemimpin Dunia

Donald Trump

MANADOPOSTONLINE.COM—Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern turut mengecam kicauan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang bernada senofobia dan rasial terhadap anggota kongres perempuan Partai Demokrat.

 

Berbeda dengan Trump, dikutip dari CNN Indonesia.com, Ardern justru dengan bangga mengagung-agungkan keberagaman masyarakatnya.

"Kami berpandangan bahwa parlemen kami harus menjadi tempat yang mewakili semua golongan, harus terlihat dan terasa seperti Selandia Baru, yang berarti harus terdiri dari keberagaman budaya dan etnis," kata Ardern kepada Radio New Zealand, Selasa (16/7).

"Biasanya saya tidak mengerti politik sebagian pihak, tapi untuk menegaskan kepada sebagian besar orang bahwa saya sangat tidak setuju dengan pernyataannya (Trump)," ujar menambahkan.

Pernyataan itu diutarakan Ardern menanggapi kicauan bernada rasis Trump di Twitter. Kicauan tersebut ditujukan Trump kepada sejumlah anggota kongres fraksi Demokrat yang berdarah campuran. 

Meski tidak menyebut nama secara langsung, dalam kicauan kontroversialnya itu Trump meminta sejumlah anggota kongres yang dianggap warga keturunan lebih baik angkat kaki ke negara asal mereka dari pada mengkritik pemerintah.


Dilansir AFP, kicauan itu diutarakan Trump setelah Dewan Perwakilan AS mengkritik kondisi fasilitas umum yang tersedia di perbatasan Negeri Paman Sam untuk menampung para imigran gelap yang ditangkap.

Sejumlah anggota Kongres yang merasa tersinggung atas kicauan Trump itu adalah anggota Dewan Perwakilan fraksi Demokrat dari New York, Alexandria Ocasio-Cortez, llhan Omar dari Minnesota, Ayanna Pressley dari Massachusetts, dan Rashida Tlaib dari Michigan.

Ketiga perempuan AS berdarah campuran itu langsung menyerang balik kicauan Trump tersebut yang dianggap mereka tidak pantas dikatakan seorang pemimpin negara.

Selain Ardern, PM Inggris Theresa May juga meluapkan amarahnya menanggapi kicauan rasis Trump tersebut.

Melalui juru bicaranya, May mengecam dan menganggap kicauan Trump yang secara tak langsung mengusir anggota Kongres Partai Demokrat itu "sangat tidak bisa diterima." ?

"Pandangannya (May) bahwa bahasa yang digunakan untuk merujuk pada perempuan benar-benar tidak dapat diterima," ujar juru bicara May kepada para wartawan. (jul)









Komentar