12 Jul 2019 13:56

Randis Lurah Dilelang

Ratusan kendaraan dinas roda dua terparkir di halaman Kantor Wali Kota Kotamobagu. ( Claudia Rondonuwu/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM--Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu berencana melelang 300-an kendaraan dinas  (Randis) roda dua milik lurah dan kepala desa. Hal ini diprediksi bakal mengganggu kinerja para lurah.

 

Menurut salah satu lurah yang minta namanya tidak dipublis, pihaknya menerima keputusan pemerintah tersebut. Memang kendaraan itu pinjam pakai dari Bagian Umum. Umurnya juga sudah di atas 5 tahun, kendaraan itu digunakan untuk operasional setiap hari.

“Tentunya bagi yang memiliki roda dua tidak ada masalah saat Randis itu ditarik, tapi yang tidak ada tentunya harus memikirkan. Kan tidak mungkin untuk operasional kita gunakan roda empat, meskipun itu pribadi. Ini akan sedikit menyulitkan," katanya.

Terpisah, Sekretaris Kota (Sekkot) Kotamobagu Sande Dodo mengatakan,  pergantian randis bagi para lurah sampai saat ini belum ada rencana untuk pengadaan. "Untuk tahun ini belum ada, anggaran kita tidak memungkinkan. Tahun depan pun masih akan dilihat," kata Sande.

Di sisi lain, Kasubid Anggaran, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kotamobagu Yudi Imban mengungkapkan, para lurah tak seberuntung kepala desa, meskipun kelurahan sudah mendapatkan dana kelurahan (Dahan), namun dalam petunjuk teknis (Juknis) tidak diatur penggunaan Dahan untuk pembelanjaan kendaraan.

"Menurut saya tidak ada regulasi yang mengatur soal penggunaan Dahan untuk keperluan belanja kendaraan operasional lurah. Di dalam Juknis tidak ada. Dankel itu hanya untuk pemberdayaan masyarakat dan infrastruktur," jelas Yudi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Hamdan Monigi mengungkapkan, Kepala Desa di Kotamobagu pada dasarnya sudah memiliki Randis yang dibeli menggunakan ADD.

"Saya fikir untuk desa tidak ada masalah, karena sejak tahun lalu hampir semua desa sudah menganggarkan pembelian Randis operasional kepala desa menggunakan ADD. Nantinya kendaraan tersebut tercatat sebagai aset desa," pukasnya. (tr-06/ite)









Komentar