06 Jul 2019 10:22

Gadis Belia ‘Dijual’ Online, Mengaku Berpindah-pindah Hotel

Salah satu perempuan yang diamankan di Hotel Tulip Inn. (Istimewa)

TOMOHON—Salah satu gadis yang diamankan Totosik karena melakukan praktek prostitusi di Kota Tomohon masih berusia 14 tahun. ST alias Sher yang berasal dari Manado mengaku menjalani bisnis ini belum sebulan. Berawal dari perkenalannya dengan mucikari ML alias Meldy (18). 

Menurut penuturan ST, dirinya awalnya hanya ikut-ikut teman.

"Perkenalan dengan Meldy baru beberapa waktu lalu belum sebulan, ditawarkan untuk seperti ini. Meldy mencari tamu dan dipertemukan dengan kami," jelas Sher saat diinterogasi polisi.

Dari hasil praktek esek-esek tersebut, dirinya mengakui, mucikari menerima fee. "Kalau diberikan 500-600 ribu, Meldy mendapat bagian 50 ribu, sedangkan kalau 700 ribu dia dapat 100 ribu," lanjutnnya.

Gadis belia ini mengaku berpindah-pindah tempat sebelum terciduk di Hotel Tulip Inn, Jumat (5/7) malam tadi. "Pertama di Hotel Wise, sekarang di sini. Sebelum datang, pertama saya di rumah teman lalu dijemput," tutur gadis ini dengan polos.

Dari barang bukti yang diamankan terdapat empat buah kondom bekas pakai, gadis ini mengakui satu digunakan saat malam penangkapan.  "Malam ini baru pertama, kalau yang lain itu bukan saya tapi punya teman," lanjutnya. 

Dari hasil introgasi, Meldy yang diketahui sebagai mucikari, mengaku sudah lumayan lama melakukan praktik ini. “Sudah sekitar satu tahun, untuk harga bookingan bervariasi mulai 500.000 sampai 1.000.000, dari hasil pembayaran prostitusi tersebut, uangnya dibagi,” jelasnya.

Kapolres Tomohon, Akbp Raswin B Sirait SIk, SH MSi ketika dikonfirmasi mengenai adanya kejadian tersebut mengatakan bahwa, pihaknya selaku penegak hukum harus menghentikan praktik asusila ini sebelum membesar. “Kami harus menindaki para pelaku, apalagi Kota Tomohon ini merupakan Kota Religius,” jelas Sirait.

Lanjutnya, praktik-praktik seperti ini tentu akan mengancam generasi muda bahkan mengancam masyarakat Tomohon sekaligus. “Kan para wanita yang dijual secara online ini tidak diawasi oleh tenaga medis. Kalau di tubuh wanita-wanita itu sudah ada penyakit, apa jadinya nanti,” tukas Sirait.(wam)









Komentar