02 Jul 2019 09:35

Pembunuhan Kembali Bikin Gempar, Korban Ditebas Tanpa Ampun

Jasad korban diantar oleh warga dan masyarakat setempat. (VANLY REGOH/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM—Kasus penganiayaan hingga mengakibatkan kematian kembali gemparkan Kota Manado. Kali ini terjadi di Kelurahan Malalayang Satu Timur, lingkungan VII, Kecamatan Malalayang.

 

Korban bernama Adolop Mantiri (48), dianiyaya dengan menggunakan benda tajam atau parang di rumahnya oleh pelaku Herlin Tulas (56) warga setempat.

Kapolsek Malalayang Kompol Franky Manus mengatakan, korban yang sehariannya sebagai buru harian lepas mengalami luka di bagian kepala, lengan sebelah kanan, kaki sebelah kanan. Pelaku dan barang bukti berupa parang telah diamankan di Mapolsek Malalayang.

“Setelah korban dirawat Intensif di Ruang IGD Rumah Sakit Prof Kandou Malalayang, sekira Pukul 02.30 WITA, korban telah dinyatakan meninggal dunia oleh Dokter yang menangani," ujarnya saat dikonfirmasi Senin (1/7) kemarin.

Sementara itu, menurut pengakuan saksi Syane Manoppo yang merupakan istri korban, saat kejadian dirinya sedang berada di dalam rumah bersama dengan korban.

Korban memang dalam keadaan sudah mengkonsumsi miras kemudian berteriak atau memaki kepada pelaku yang saat itu melintas depan rumah korban.

"Pelaku yang pada saat itu baru pulang dari kebun dengan menggunakan parang yang dipakai untuk bertani, mendatangi rumah korban langsung menebas korban secara membabi buta. Melihat kejadian tersebut saya langsung berteriak meminta tolong," ceritanya.

Elias Pudi (40), salah satu saksi pula menyampaikan, pada saat saksi berada di rumah temannya yang tidak jauh dari TKP, saksi mendengar suara teriakan seorang perempuan yang meminta tolong, kemudian saksi ditemani beberapa rekannya langsung menuju asal suara.

"Setibanya kami di TKP, korban sudah dalam keadaan kritis dengan darah segar mengalir dalam rumahnya dan sebagian dihalaman rumah. Posisi korban memegang pintu depan rumahnya. Kami langsung melarikan korban ke jalan raya, untuk meminta pertolongan, dan dengan menggunakan mobil pick up korban dibawa ke rumah sakit," pungkasnya.(tr-07/gnr)









Komentar