27 Jun 2019 10:32

Si Jago Merah Beraksi di Wangurer, Rumah dan Warung Tinggal Arang

Beberapa anggota pemadam kebakaran dan warga berupaya memadamkan api, Rabu (26/6). Untung, kebakaran ini tidak menjalar ke rumah lain.(Swingly/Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM—Si jago merah (baca: api) kembali beraksi di Bitung. Kali ini rumah dan warung milik Keluarga Ahmad Gagu (72) dan Hadija Kagili (62), di Lingkungan 2, Kelurahan Wangurer, Kecamatan Girian, yang menjadi korban. Kebakaran yang diduga akibat arus pendek ini terjadi sekira pukul 16.00, Rabu (26/6) kemarin.

 

Menurut saksi, Risal Bailia (17), yang merupakan cucu dari pemilik rumah, dia melihat api berasal dari kabel dekat lampu di ruangan belakang.

"Saya masuk rumah dan melihat kabel yang menyala meleleh jatuh di atas gabus styrofoam  yang biasa digunakan untuk dekorasi ulang tahun. Setelah itu, saya berteriak kepada kakek yang sedang menjaga warung,” katanya.

Dia menjelaskan, saat kejadian ada lima orang. “Tiga sedang tidur di dalam rumah sedangkan nenek dan kakek di warung," ujarnya.

Ahmad si pemilik rumah mengatakan, dia hanya bisa menyelamatkan surat-surat berharga.

"Saat itu saya menjaga warung. Istri saya sedang tidur di warung juga. Sedangkan di dalam rumah ada anak-anak dan cucu-cucu saya. Risal pertama kali melihat kejadian dan langsung berteriak, sehingga saya membangunkan nenek dan berupaya mencari surat-surat yang bisa diselamatkan,” jelasnya.

Dia sempat berupaya mengeluarkan styrofoam  yang terbakar. “Tetapi, api sudah membesar dan mengenai tangan saya," katanya.

Di tempat yang sama, Hadija, istirnya mengatakan, mereka tetap akan tinggal di rumah yang terbakar itu, meskipun tidak pantas lagi ditinggali.

"Kami akan membersihkan rumah dan nanti akan mencari seng atau terpal untuk tetap tinggal di sini," ungkap Hadija sambil berharap ada bantuan pemerintah.

Ditemui di lokasi kejadian, Kasubbid Penanggulangan Kebakaran Satpol PP dan Damkar Bitung Jufri Simbuka mengatakan, sebanyak empat armada dikerahkan untuk pemadaman.

"Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami sampai di tempat kejadian kurang lebih 10 menit,” katanya.

Dia pun berharap, masyarakat lebih berhati-hati dan mengganti instalasi listrik yang sudah lapuk. “Serta perlu pemerintah setempat mensosialisasikan kepada masyarakat bahaya kebakaran. Dan jika terjadi kebakaran langsung menelepon nomor pemadam kebakaran 043832113. Soal total kerugian, saat ini belum diketahui," kata Jufri.(ctr-61/can)









Komentar