27 Jun 2019 10:04
Lela: Sudah Keterlaluan, Setelah Upah Dinaikkan

Puluhan Guru Honorer di Manado `Ditendang`

Ilus.(dok Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM—Guru honorer SD dan SMP di Kota Manado diberhentikan tanpa alasan jelas. Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Manado yang membidangi pendidikan dan kesejahteraan Sonny Lela sangat menyayangkan hal ini.

 

Pada wartawan Lela mengaku kaget atas kejadian tersebut. “Saya kaget. Puluhan honorer tiba-tiba datang mengadukan nasib mereka, karena tidak lagi diakomodir sebagai tenaga honorer,” ujarnya.

Dia mengatakan, guru yang tidak diakomodir dikarenakan naiknya gaji honorer. “Kini  sudah setara Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulawesi Utara (Sulut),” tukasnya. Dia tidak menyangka akan muncul persoalan seperti itu. Karena kenaikan honor tersebut diusulkan dan disetujui DPRD dengan melihat kondisi riil lapangan. Dimana para guru honorer hanya mendapatkan upah sangat kecil.

"Ini sangat keterlaluan. Masa setelah upah dinaikkan, guru-guru yang telah mengabdi lama justru diberhentikan. Lalu dimasukkan mereka yang tidak pernah mengajar sama sekali. Kami akan telusuri ini," kata Lela.

Menurut Lela, pihaknya akan segera memanggil Dinas Pendidikan selaku pembuat SK dan pihak sekolah yang mengusulkan nama-nama guru.

"Pasti ada yang salah. Kasihan guru-guru yang sudah belasan tahun bekerja dengan upah minim, kemudian saat sudah disetarakan upahnya, malah ditendang semena-mena. Kami akan permasalahkan ini," kata politisi Partai Golkar ini kembali.

Sementara itu, salah satu honorer mengaku saat uang honorer sudah disetarakan UMP, nama mereka tiba-tiba digantikan dengan guru yang tidak pernah mengajar. “Mereka yang diberi SK, bukan kami," kata para guru honorer yang meminta nama mereka tidak dipublikasikan.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manado Daglan Walangitan ketika dikonfirmasi sangat menyayangkan tindakan honorer mengadukan masalah ini DPRD. “Seharusnya kalau ada masalah seperti ini laporkan kepada saya. Karena segala sesuatu pasti ada solusinya,” ujarnya.  Dia menegaskan, sangat peduli terhadap nasib honorer. “Kami akan cari tahu absen para honorer yang diberhentikan ini,” pungkasnya.(ite/gel)









Komentar