20 Jun 2019 14:51

Harga Emas Coklat Semakin Anjlok, Petani Boltim Mengeluh Rugi

Cengkih milik warga yang sedang dijemur di jalan raya di Kabupaten Boltim.

MANADOPOSTONLINE.COM—Hampir dua tahun ini keluhan para petani emas coklat (cengkih, red) di Boltim masih tetap sama. Soal harga cengkih yang semakin anjlok. Bahkan sekarang menyentuh angka Rp 50 ribu per Kilogram (Kg). Hal ini menjadi kekhawatiran sendiri bagi para petani.

Yapi Kalo, petani asal Desa Bulawan, Kecamatan Kotabunan Boltim mengaku penurunan harga sudah lama terjadi. Bahkan sekarang makin anjlok. "Kami sudah rugi besar," akunya.

Dia pun berharap harga cengki akan naik menjadi Rp 70 hingga Rp 80 ribu per Kg. "Besar harapan semoga harga cengkih bisa naik. Jika perlu sampai di Rp 80 ribu per Kg," harapnya.

Senada dikatakan Utung Bisnun, petani asal Desa Bukaka. Dia membeber selama musim panen tidak ada keuntungan yang didapatkan. Melainkan rugi, karena hasil jual tidak sebanding dengan apa yang dikeluarkan. "Biar hasil panennya besar, tapi harganya murah tetap saja rugi. Sudah berapa kali musim panen harga cengkih masih belum stabil," keluhnya.

Menurut dia, bukan hanya soal harga. Hal lain yang juga menjadi masalah petani adalah hujan yang terus turun hampir sepekan ini. Akibatnya para petani tidak bisa menjemur hasil panennya. "Sudah harga anjlok, cengkih lama keringnya, karena sudah berapa hari ini hujan,” ujarnya.

Dia berharap pemerintah bisa mendapatkan solusi terbaik untuk menstabilkan kembali harga cengkih. "Tentunya semua petani berharap harga cengkih bisa kembali normal. Meskipun harganya tidak seperti dulu, paling tidak naik sedikit dari sekarang," harapnya.(tr-01/ite)









Komentar