20 Jun 2019 09:29

Serius Pecahkan Rekor Dunia, Istri Jendral Tito Tinjau Manado

Ketua WASI Tri Tito Karnavian (kanan) mengecek kesiapan panitia daerah, Rabu (19/6).

MANADOPOSTONLINE.COM—Wanita Selam Indonesia (WASI) akan menggelar event akbar pemecahan rekor dunia Guinness World Record (GWR) menyelam massal di Pantai Kawasan Megamas Manado, 1 dan 3 Agustus 2019 mendatang.

Di lokasi yang sama pada 2018 lalu, kegiatan serupa sukses dilaksanakan dengan melibatkan 1000-an penyelam wanita. Dan tahun 2019 ini, panitia menargetkan peserta tiga kali lipat atau sekitar 3.000 penyelam.

Guna mengetahui kesiapan pelaksanaan kegiatan, Ketua WASI Tri Tito Karnavian, beserta tim melakukan peninjauan lokasi penyelaman, Rabu (19/6), siang. Peninjauan lokasi ini dilakukan istri Kapolri Tito Karnavian tersebut setelah memimpin rapat panitia di Fourpoints by Sheraton Manado.

“Hari ini (Rabu), kami tadi pagi rapat untuk memantapkan semua kegiatan, sinergitas antara Polda Sulut dan para panitia dari pusat dan juga panitia daerah, Manado.

Tahapan persiapan bisa dibilang sudah 50 persen,” kata Ketua WASI, di depan sejumlah awak media. Di sekitar lokasi penyelaman, terlihat mulai dipasang tempat-tempat maupun batas-batas.

Dipilihnya kembali Manado sebagai lokasi penyelaman massal, lanjut Ketua WASI, karena semua syarat-syarat yang diperlukan ada di Manado.

“Baik itu dari segi fasilitas, infrastruktur maupun keselamatan penyelaman, tempat penyelaman yang aman, dan juga tidak merusak karang, itu ada di Manado,” terangnya.

Dijelaskan Ketua WASI, kegiatan ini terbuka untuk umum, pesertanya bisa dari dalam dan luar negeri. Lanjutnya, jumlah peserta minimal 3000 orang, dan hingga saat ini yang sudah terdaftar langsung di website panitia sebanyak 1750 orang, sehingga masih diperlukan 1250 orang lagi.

Meski demikian, Ketua WASI menegaskan, pihaknya optimis jumlah tersebut (3000 orang) akan terpenuhi. “Karena dari Manado sendiri ada sekitar 1.500 orang yang belum terdaftar, tapi sudah ada orang-orangnya (calon peserta yang akan mendaftar). Belum lagi peserta dari seluruh Indonesia yang sudah kami data,” ungkap Ketua WASI.

Kondisi di dasar lokasi penyelaman yang berpasir, yang dikhawatirkan bisa mempengaruhi jarak pandang penyelam. Menurutnya hal tersebut tidak menjadi masalah.

“Berdasarkan pengalaman pada kegiatan tahun lalu, kami yakin tempat ini baik sekali. Walaupun berpasir namun karena berat maka (pasir) cepat mengendap,” tuturnya.

Terkait peralatan menyelam, panitia akan menyiapkan tabung sebanyak 3.000-3.500 buah, termasuk pemberat. Sedangkan peralatan lainnya, disiapkan atau dibawa oleh masing-masing peserta. “Untuk peralatan lainnya (selain tabung dan pemberat) juga kami siapkan, namun jumlahnya terbatas,” kata Tri.

Untuk memantau situasi lokasi penyelaman, terus dilakukan melalui survei oleh panitia daerah secara berkala. “Mudah-mudahan cuaca bagus pada 1 dan 3 Agustus nanti. Dari survei dan data-data yang kami dapat, bahwa pada bulan Agustus nanti cuaca bagus,” pungkasnya.(gnr)









Komentar