19 Jun 2019 11:05
Jadi Tantangan Bagi Toga

Perceraian Dimurkai Allah

Ilustrasi.(dok)

MANADOPOSTONLINE.COM—Angka perceraian di Provinsi Sulut masih tinggi. Para tokoh agama (toga) pun angkat bicara.

 

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur mengatakan, sebetulnya orang yang sudah menikah adalah mereka yang sudah cukup umur, dewasa dalam berpikir dan mengetahui tugas mereka setelah menikah nanti. "Bukan tiba-tiba kemudian sudah mau menikah atau menikah karena dipaksakan," katanya.

Menurut dia, dalam perkawinan tidak boleh asal-asalan. Pertama harus saling nengenal akan satu sama yang lain dan harus ada perkenalan yang cukup baik, kemudian baru melangsungkan pernikahan. "Harus diingat baik-baik, perceraian ini sangat dimurkai oleh Allah," tegasnya.

Dia berharap, kedepan sudah tidak ada lagi perceraian. Perlu diingat dalam berumah tangga pasti akan ada masalah. “Cuma bagaimana kita menghadapi masalah itu dengan tenang dan kepala yang dingin pasti semua bisa diselesaikan, serta yang paling penting adanya komunikasi dan saling pengertian," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Js Pon Riano Baggy mengungkapkan, sebaiknya perceraian itu dihindari karena dilarang. "Pernikahan itu melambangkan perpaduan dan keharmonisan. Mungkin terjadinya perceraian karena kedua belah pihak belum menemukan persamaan presepsi. Tapi, sebetulnya jika ada komunikasi dan saling pengertian pasti masih bisa bersatu kembali," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kota Manado Pdt Juddy Tunari MTeol menjelaskan, perceraian tidak diinginkan oleh siapapun, karena semua agama mempunyai pandangan yang sama tentang itu. "Ini sebetulnya persoalan klasik tapi jangan karena persoalan lama kemudian kita menutup mata untuk hal ini. Gereja harus terus meningkatkan pelayanan lewat pengembalaan dan pengajaran,” ujarnya.

Dia mengutarakan, perceraian merupakan sebuah persoalan sosial dan ini merupakan tantangan bagi gereja untuk turut menyelesaikan hal ini. "Harus ada penanganan masalah secara komprehensif baik dari gereja, toga maupun pemerintah yang ada," katanya.

Dia meminta, peningkatan pelayanan di jemaat sangat perlu dilakukan. "Ketika jemaat dekat dengan pelayanan dan benar-benar memaknainya pasti akan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan bersama, termasuk perceraian. Karena kita tahu bersama pernikahan itu adalah suci," pungkasnya.(tr-07/ite)









Komentar