14 Jun 2019 08:45
Barang Bukti Ganja Capai 2 Kg

Gara-gara Narkoba, Warga Bitung Terancam Hukuman Mati

MANADOPOSTONLINE.COM—Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Utara tak main-main memberantas peredaran narkoba. Oknum warga Kota Bitung berinisial AL alias Imam kini diperhadapkan dengan ancaman hukuman superberat, berupa hukuman mati.

Imam ditangkap petugas BNN karena memiliki narkoba jenis ganja seberat 2 kilogram (kg). “Pelaku diancam pasal 114 ayat 2 atau 111 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, seumur hidup atau paling singkat 6 tahun dan atau paling lama 20 tahun atau denda 10 miliar,” tegas Kepala BNN Provinsi Sulut Brigjen Pol Utomo Heru Cahyono di markas BNN, usai pemusnahan barang bukti narkotika golongan satu bentuk tanaman jenis ganja tersebut, siang kemarin.

Dari pantauan, barang bukti ganja kering yang dimusnahkan kurang lebih 1908,20 gram. Sisahnya disita untuk kepentingan pembuktian di pengadilan. “AL alias Imam, Warga Bitung ditangkap di Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara pada 29 Mei 2019,” beber Heru.

Berdasarkan rekam jejak, kata Brigjen Heru tersangka sudah pernah menjadi residivis dengan kasus yang sama. Ia menambahkan tersangka disangkal dengan pidana begitu tinggi karena barang buktinya melebihi 1 kg.

“Untuk kasus ini sendiri pengembangannya dari beberapa pihak dan informasi dari masyarakat. Kasus ini masih dalam pendalaman. Karena kemungkinan akan ada tersangka baru. Namun kita tunggu saja bagaimana proses ke depan,” jelasnya.

Sementara itu, AL saat diwawancarai mengaku sangat menyesal dengan apa yang telah dia perbuat. “Saya minta maaf kepada keluarga dan seluruh warga Sulut akan kejadian ini,” ujarnya dengan wajah tertunduk di Kantor BNN Sulut. “Sebelum tertangkap kedua kali, pertama hanya memesan 9 gram. Tetapi pada pemesanan yang kedua, ketika pesan 1 gram, yang muncul 2 kg,” tandasnya.

123








Komentar