27 Mei 2019 08:49

Ini 5 Alasan AS Takut Huwaei

T-Mobile ketika itu memang punya kerja sama dengan Huawei. Perusahaan Jerman tersebut tidak menerima alasan itu dan membawa kasusnya ke pengadilan. Komunikasi email mengisyarakatkan pegawai itu "tak bertindak sendiri dan besar kemungkinan diperintah oleh eksekutif senior di Cina". Ini menjadi salah satu alasan penangkapan direktur keuangan Huawei, Meng Wanzhou, di Kanada atas permintaan AS tahun lalu.

Tiga. Kerja sama 'terselubung dengan Iran'. Tuduhan lain yang dijatuhkan kepadanya adalah Huawei punya kerja sama dengan Iran. Diduga ia menjadi bagian dari upaya Iran menghindari sanksi AS, melalui perusahaan bernama Skycom. Ia didakwa berbohong kepada bank-bank dan pemerintah AS tentang kerja sama dengan Iran. Meng, anak perempuan pendiri Huawei, menolak tuduhan ini. Ia bisa dihukum penjara maksimal 30 tahun jika diekstradisi dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan di AS.

Empat, kasus layar telepon antipecah. Kasus lain yang membuat AS khawatir terkait dengan ‘layar antipecah’. Menurut Bloomberg, Huawei diselidiki oleh FBI karena diduga melanggar regulasi perdagangan senjata internasional. Kasus ini berawal ketika perusahaan Akhan Semiconductor melakukan pembicaraan dengan Huawei untuk memasok layar super kuat, yang dibuat dengan menempelkan lapisan permata artifisial pada layar.

Sampel layar ini dikembalikan Huawei beberapa bulan berikutnya dalam keadaan rusak parah. FBI menduga Huawei membawa sampel ini ke luar Amerika, praktik yang dilarang oleh regulasi internasional karena sampel ini berpotensi dimanfaatkan untuk pengujian senjata laser. Huawei, lagi-lagi, menolak tudingan FBI.

Kelima, ‘tidak ada matinya’. Meski didera beberapa kasus, ditambah dengan langkah Google, Huawei diperkirakan akan tetap menjadi pemain global yang penting bagi banyak negara, terutama di Asia dan Afrika, harga produk teknologi yang ditawarkan Huawei jauh lebih murah dari perusahaan Amerika dan Eropa.

Aspek harga ini menjamin Huawei akan tetap menguasai pangsa global. Bahkan di Inggris, sekutu terdekat AS, masih terjadi debat apakah sebaiknya infrastruktur 5G memakai produk Huawei. Menteri pertahanan Inggris belum lama ini dipecat karena memasukkan komponen buatan Huawei di area-area yang tidak terlalu penting.

Pendiri Huawei, Ren Zhengfei, mengklaim pihaknya tidak akan terdampak banyak. “Diperkirakan bahwa pertumbuhan Huawei mungkin lambat (karena itu-red), tapi hanya sedikit,” sebut Ren yang dikutip detikINET dari Reuters.

Hal serupa dulu pernah menimpa ZTE yang hampir membuat bisnis mereka ambruk dan akhirnya membayar denda dan mengubah manajemen agar lepas dari sanksi Negeri Paman Sam. Tapi Ren meyakinkan perusahaannya akan baik-baik saja.

Ren menegaskan pihaknya sudah lama mempersiapkan skenario ini dan Huawei tidak akan goyang meski misalnya tidak mendapat pasokan chip dari Qualcomm dan perusahaan AS yang lain.

HiSilicon, anak perusahaan Huawei yang memproduksi chip, menyatakan sudah memastikan rantai suplai untuk kebanyakan produk tidak terganggu. Ren juga tidak akan memenuhi instruksi apapun dari pemerintah AS. "Kami tidak akan mengubah manajemen kami atas permintaan Amerika Serikat ataupun menerima pengawasan seperti yang dilakukan oleh ZTE," tandas Ren.

Pemerintah AS percaya smartphone dan peralatan telekomunikasi buatan Huawei dimanfaatkan pemerintah China untuk memata-matai penduduk AS. Huawei telah berulang kali mengelak tuduhan tersebut dan mengatakan mereka tidak memiliki hubungan dengan pemerintah China.(gnr)

12








Komentar