27 Mei 2019 08:28

Hasil Kompetensi Pengawas, Kepsek dan Guru di Sulut Rapor Merah

MANADOPOSTONLINE.COM—Jebloknya ranking Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019 di Sulawesi Utara, tidak lepas dari hasil Uji Kompetensi Kepala Sekolah (UKKS), Uji Kompetensi Guru (UKG), Uji Kompetensi Pengawas Sekolah (UKPS). Hasil tes tiga pilar pendidikan itu sesuai data berada di bawah nilai rata-rata nasional.

Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulut mencatat, untuk UKKS, Sulut mendapat nilai 54,98, berada di peringkat 20 dari 34 provinsi di Indonesia (lihat grafis sambungan).

“Angka yang diperoleh Sulut ini jauh di bawah nilai rata-rata nasional yang mencapai 56,37,” beber Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulut Florens Panungkelan, ketika diwawancarai Manado Post.

Sementara untuk UKG, Sulut juga hanya memperoleh nilai 51,65, yang tercatat berada pada peringkat 25 dari 34 provinsi. “Angka itupun masih terbilang jauh dari nilai rata-rata nasional yang mencapai 56,69,” sebutnya lagi.

Begitupun dengan hasil UKPS. Sulut berada di urutan 21 dari 34 provinsi, dengan nilai 53,98. Nilai tersebut juga berada di bawah nilai rata-rata nasional dengan angka 55,26.

Dia menjelaskan, hasil ini sudah sosialisasikan di semua cabang dan dinas pendidikan kabupaten/kota se-Sulut. Dia mengaku pihaknya hanya sebatas menyampaikan hasil. Selanjutnya yang mengeksekusi kekurangannya adalah pemangku kepentingan pendidikan.

“Kami berharap, apa yang sudah dilakukan LPMP, agar ditindaklanjuti dengan memperkuat kolaborasi pihak terkait agar rapor mutu pendidikan membaik,” tandas Florens.

Diwawancarai terpisah, Ketua Umum Asosiasi Kepala Sekolah (AKSI) Drs David Legi juga membenarkan merosotnya ranking UNBK 2019, ikuti disebabkan hasil UKKS, UKG UKPS yang masih berada di bawah nilai rata-rata Nasional. Dikataknnya, wajar Sulut masih sulit untuk bersaing dengan daerah-daerah lain.

Untuk itu, pemerintah daerah dalam hal ini dinas pendidikan kabupaten/kota harus secepatnya menyusun program penguatan kompetensi guru, kepsek, pengawas agar meningkatkan kompetensi. “Tidak heran lagi peringkat UN kita berada di 5 besar terbawah, karena UKG, UKKS, pengawas kita masih rapor merah,” kritiknya.

Lanjut ketua Dewan Pendidikan Manado ini, perlu ada sinergitas instansi yang mengelola pendidikan. Dalam hal ini LPMP, Dikda, Badan Akreditasi Nasional, termasuk Dinas Kebudayaan, untuk memperbaiki. “Senergitas instansi harus perlu diperkuat lagi,” tukasnya.

Hasil tersebut mendapat kritik dari pengamat pendidikan Dr Meiske Rinny Liando. Katanya pada tataran operasi, kepsek, guru, dan pengawas yang merupakan ujung tombak di bidangnya, perlu ada perekrutan yang profesional dan harus sesuai kompetensi.

12








Komentar