23 Mei 2019 18:57

Terbukti Pungli, Mantan Kepsek SMKN 1 Tomohon Dibui Empat Tahun

Sidang kasus pungli oknum mantan Kepala SMK di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Manado Selasa (21/5) lalu.

TOMOHON — Kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi di salah satu sekolah Kota Tomohon akhirnya mendapat putusan pengadilan. Perkara yang dilakukan oleh oknum mantan Kepala SMK diputus Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Manado Selasa (21/5) lalu.

Terdakwa mantan kepala SMK Negeri di Kota pendidikan, menerima putusan oleh majelis hakim atas kasus dugaan korupsi berupa pungutan uang sekolah kepada siswa yang kurang mampu.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tomohon Edy Winarko melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelejen Wilke H Rabeta mengungkapkan dalam sidang yang digelar Selasa (21/5) lalu, Majelis Hakim dalam putusannya menyatakan, terdakwa ML terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi Pasal 12 huruf (e) Undang-Undang (UU) Tipikor.

"Atas perbuatannya, terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun dan denda sebesar Rp200 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan," ujar Kasi Intel.

Diketahui, sebagaimana dalam dakwaan JPU, terdakwa ML selaku Kepsek SMK Negeri 1 Tomohon 2016-2017 dengan modus melakukan pungutan SPP kepada siswa yang tergolong ekonomi kurang mampu, yakni para penerima Program Indonesia Pintar (PIP).

Di mana uang yang dikumpulkan kemudian digunakan sebagai tambahan penghasilan bagi terdakwa dan guru-guru yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.(wam)









Komentar