23 Mei 2019 12:24

Cabai Turun, Tomat-Bawang di Bolmong Meroket

Cabai rawit yang dijual di Pasar Lolak, Kecamatan Lolak, Rabu (22/5) kemarin.(Dewi/Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM—Cabai rawit di Pasar Lolak turun harga. Padahal, Senin (13/5) lalu, cabai rawit sempat naik sampai Rp 140 ribu per Kg.

Tante Imo, Warga Lalow mengaku cabai turun, tapi tomat yang mengalami kenaikan Rp 16 ribu per Kg, dari harga semula Rp 5 ribu per Kg. "Bawang merah juga naik jadi Rp 50 ribu per Kg dari harga Rp 35 ribu per Kg," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan ESDM Bolmong Ir George Tanor menyampaikan, pihaknya sampai saat ini pun masih tetap melakukan pantauan atau mengecek di lapangan terkait harga penjualan bahan pangan di titik-titik pasar yang biasanya dijadikan acuan.

"Tidak masalah jika ada kenaikan harga, karena pedagang juga mengambil untung. Tapi saya berharap, agar dalam pengambilan untung harus wajar jangan sampai merugikan konsumen pula," ungkap Tanor.

Menurut dia, kenaikan harga harus sesuai. Jangan sampai para pedagang mengambil ke petani dengan harga rendah, tapi saat dijual malah mengambil untung banyak. Kalau ambil untung yang wajar-wajar saja. "Karena patokan inflasi terjadi dipicu dari Barito," ucapnya.

Dia mengaku, harga terjadi kenaikan karena pasokan terbatas dipengaruhi oleh iklim atau cuaca dan jarak pasokan. "Belum lama ini gubernur mengambil pasokan dari Jawa Timur (Jatim) untuk mengisi kekurangan. Kalau dipasok banyak-banyak dari luar daerah, kasihan petani. Karena jika sudah banyak maka harga turun dan petani merugi," jelasnya.

Dia mengharapkan kepada para pedagang jangan mengambil untung sesuka hati. "Ambil lah untung dengan sewajarnya, agar tidak ada yang dirugikan. Dan janganlah menyusahkan konsumen," pungkasnya.(cw-03/ite)









Komentar