23 Mei 2019 09:37

1.338 Armada Siap Amankan Mudik di Sulut

MANADOPOSTONLINE.COM—Sebanyak 1.338 armada transportasi darat disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) untuk mengamankan musim mudik Idul Fitri nanti. Kendaraan tersebut terbagi dalam beberapa jenis. Mulai dari angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), taksi, dan angkutan perintis.

 

"Saat ini kita memang menyiapkan kendaraan untuk menghadapi arus mudik lebaran nanti. Dan kendaraan yang memang ada dan beroperasi di Sulut sekira 1.338 armada. Baik AKAP, AKDP, taksi serta angkutan perintis dan berbagai transportasi lain.

Karena memang kita menyiapkan transportasi darat ini agar tidak ada lonjakan penumpang atau permainan harga tarif. Dan semua kendaraan ini, menang sudah berada pada trayek dan siap untuk dioperasikan menjelang mudik lebaran. Bahkan ada bus pariwisata yang memang jika diperlukan bakal kita keluarkan," tuturnya, Rabu (22/5).

Untuk lonjakan, Watania memprediksi tidak akan terjadi secara signifikan. Namun tetap harus ada transportasi yang disiapkan dalam menyambut arus mudik. Karena memang, ungkapnya, sudah menjadi instruksi pusat disiapkan di setiap daerah.

Sebanyak 1.338 transportasi darat ini, ungkapnya, sudah secara rutin dilakukan ramph cek atau pemeriksaan berkala. Pasalnya, setiap bus yang masuk terminal, harus diperiksa terlebih dahulu sebelum diberikan izin pihak terminal untuk kembali melakukan aktivitas perjalanan.

"Setiap bus yang masuk ke terminal itu memang sudah kewajiban untuk diperiksa. Diberi izin atau tidak oleh pemilik kendaraan, pemeriksaan harus tetap dilakukan. Ini sifatnya wajib. Karena menyangkut kepentingan umum. Jadi kalau memang ada bus yang tidak layak, maka kita tidak berikan izin.

Oleh karena itu, saya meminta agar masyarakat yang bakal melakukan arus mudik lebaran, harus menggunakan kendaraan dari dalam terminal. Karena kita tidak bisa menjamin keselamatan dan keamanan jika kendaraan tersebut tidak masuk dalam terminal," katanya.

Sementara itu, pengamat transportasi Dr James Timboeleng mengatakan, saat ini banyak angkutan umum dalam usia tua. Menurutnya, pemerintah saat ini harus tegas dalam memeriksa kendaraan yang notabene dipakai untuk angkutan umum. Jika ada yang sudah tidak layak, maka menurut Timboeleng, tidak boleh diizinkan beroperasi. Pasalnya, sudah ada ketentuan, yang menurutnya, mengatur terkait usia transportasi.

"Ya kalau untuk bus dalam trayek itu usianya 25 tahun. Namun saya lihat, banyak angkutan AKDP yang sudah tua. Apalagi yang melayani Tomohon serta Bitung dan Amurang. Harus ada kontrol yang tegas. Jika tidak layak, jangan berikan izin. Harus ada peremajaan.

Jangan sampai sudah ada kasus baru bertindak. Saya harap, saat ini menjelang musim mudik, sudah waktunya untuk intens dalam melakukan ramph cek. Bukan hanya kendaraan yang 25 tahun. Yang sudah berusia 10 tahun juga sudah harus diperiksa secara ketat," ungkapnya.

Timboeleng mengatakan, pemerintah daerah juga harus memberikan layanan transportasi umum yang layak dan menjangkau sejumlah lokasi termasuk tempat wisata. Salah satu alasan pemudik menggunakan kendaraan pribadi dikarenakan mobilitas saat di kampung halaman.

"Kepala daerah harus ditarget kapan menyediakan transportasi umum yang nyaman. Termasuk menyediakan transportasi terintegrasi dan lanjutan yang aman dan nyaman. Tidak ada lagi angkutan plat hitam yang mahal dan tidak nyaman di simpul-simpul transportasi," tandasnya. (tr-02/can)









Komentar