21 Mei 2019 09:03

KPK Perpanjang Waktu `Nginap` Manalip, Keluarga Bungkam

MANADOPOSTONLINE.COM—Penahanan Bupati Kepulauan Talaud SWM atau Manalip diperpanjang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penahanannya mulai berlaku 20 Mei kemarin. Perpanjangan penahanan juga berlaku bagi dua tersangka lainnya, yaitu Benhur Lalenoh dan pengusaha Bernard Hanafi.

 

Ketiganya merupakan tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa di Pemkab Talaud tahun anggaran 2019. “Perpanjangan penahanan selama 40 hari, dimulai tanggal 20 Mei 2019 sampai dengan 28 Juni 2019,” beber Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Usai perpanjangan penahanan, kepada wartawan di KPK, Manalip mengakui menerima sejumlah barang mewah dari pihak swasta. Namun, pemberian barang mewah itu diklaim Manalip tidak berkaitan dengan jabatan melainkan rasa simpatik terhadap kepimpinannya.

“Dia senang dengan saya. Senang bukan suka. Jadi bedakan senang dengan suka. Lagian itu gak ada kaitannya dengan jabatan saya kan tinggal dua bulan. Apa yang bisa saya lakukan, kewenangan saya tinggal dua bulan,” ujarnya di Gedung KPK Jakarta, dilansir dari republika.

Ia juga kembali menegaskan, penangkapan dan penetapan status tersangkanya sebagai pembunuhan karakter. Dia berkelit barang bukti disita penyidik bukan dari tangannya. “Saya merasa sebagai pembunuhan karakter untuk saya. Karena saya tidak pernah memegang barang bukti. Barang bukti pun tidak ada saya saya dibawa ke sini,” tegasnya.

Sementara itu, dari penelusuran koran ini ketika mengunjungi kediaman keluarga Manalip di Kecamatan Mapanget, Manado, tepatnya di perumahan Tamansari Metropolitan, terpantau ada beberapa anggota keluarga yang berkumpul di teras maupun di dalam rumah pukul 12.50 WITA.

“Terkait penambahan masa tahanan beliau, kami belum bisa berkomentar banyak, takut nanti salah,” ungkap seorang perempuan, yang mengaku anggota keluarga tapi enggan menyebutkan namanya.

123








Komentar