14 Mei 2019 22:29

Caleg Stres Karena Gagal, Psikologi Bilang Begini

Dr Preysi Siby SPsi MSi

MANADO—Perhelatan Pemilu 2019 baru selesai digelar kurang lebih tiga pekan kemarin. Kabar soal calon anggota legislatif (Caleg) yang mengalami gangguan jiwa atau stres karena gagal dalam berkompotisi menjadi menarik diulas.

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Kristen Tomohon (UKIT) Dr Preysi Siby SPsi MSi berpendapat, pemicu stres itu terutama saat individu menghadapi situasi yang menekan dan tidak dapat diprediksi atau dikendalikan. "Saat hasil yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan, maka memudahkan sesorang akan terkena stres," ungkapnya, saat dihubungi Manado Post Online, Rabu (15/5).

Dia melanjutkan, apalagi sesorang yang sangat berharap mendapatkan posisi yang diinginkan dengan cara mencari pinjaman dana dan sebagianya, sehingga saat yang sangat diharapkan tidak bisa diraih maka memudahkan munculnya stress," kata perempuan yang juga menjabat Bendum Himpunan Psikologi Indonesia Pusat ini.

Dikatakan Wakil Dekan II UKIT ini, tingkat stres itu bervariasi mulai dari yang paling ringan seperti, gejala-gejala fisik yang menyertai stres. Misalnya pusing, terus menerus ke toilet, hilangnya konsentrasi, sampai pada yang paling berat yang mengarah pada depresi atau keinginan menjauh dari interaksi sampai bunuh diri.

"Namun, demikian tingkat stres seseorang tergantung pada kepribadian apakah mampu mengendalikan emosi, berfikir positif dan sosial atau tidaknya dukungan sosial dari keluarga, pasangan, teman, dan lain-lain," bebernya.

Menurutnya, stres pada tingkatan ringan sampai dengan sedang relatif dapat segera diberikan treatment, misalnya konseling atau terapi psikologi yang lain. "Stres yang tinggi harus mendapatkan perawatan instensif dari psikolog atau psikiater," jelasnya.

Dia menambahkan, apalagi kalau sudah mengarah pada gangguan yang parah, seperti keinginan bunuh diri, mengisolasi diri, hilangnya realitas, prasangka yang berlebihan. “Untuk itu, hal yang paling penting adalah dukungan yang penuh pada mereka yang mengalami stres dan tidak menyalahkan serta membantu dalam menyelesaikan masalahnya," pungkasnya.(opn)









Komentar