24 Apr 2019 13:07
Sehari Dua Kasus, Kapolres Minta Kaji Pasar Girian

Ratusan Lapak dan Kios di Bitung Rata Tanah

Salah satu pedagang Pasar Girian menunjukkan lokasi dagangannya yang dilalap si jago merah, kemarin (23/4). Foto lain, sejumlah pedagang memeriksa sisa-sisa kebakaran.(Andre/Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM—Dalam sehari, kemarin (23/4), terjadi dua kasus kebakaran di Bitung. Paling parah di Pasar Girian yang menghanguskan ratusan lapak dan kios pedagang. Lokasi kedua yaitu Perumnas Girian Weru, Kecamatan Girian.

Untuk kebakaran di Pasar Girian, menurut keterangan sejumlah saksi terjadi sekira pukul 04.30. Asap tebal disertai api pertama kali terlihat di kios milik Haji Sukri dan membesar merambat ke kios dan lapak lain.

Data polisi, sebanyak 245 kios/lapak milik pedagang pun tinggal arang.

Upaya pemadaman awalnya dilakukan secara manual oleh masyarakat sekitar. Kemudian dibantu mobil dinas WTC Kepolisian Resort Bitung dan mobil damkar milik Pemkot Bitung. Api berhasil dipadamkan pukul 08.30.

Bobby Latif, salah satu pedaang yang menjadi korban mengatakan, saat dia datang ke TKP api berlum terlalu besar.

“Titik awal api belum diketahui berasal darimana. Pada saat itu, pemadam kebakaran sudah berada di tempat kejadian. Tetapi, mereka belum mengambil tindakan untuk memadamkan api dikarenakan listrik masih menyala. Kerugian saya prediksi bisa mencapai miliaran rupiah karena yang terbakar ada pakaian, handphone, barang emas, parfum, ada juga alat-alat dapur. Sementara, diduga karena korsleting listrik,” ujarnya saat ditemui di lokasi kebakaran.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) Bitung Adri Supit mengatakan, pihaknya mengerahkan empat unit damkar untuk memadamkan api. 

“Kita turun sebelum jam 5. Namun sampai di lokasi kita belum bisa melakukan apa-apa sekira setengah jam. Karena jaringan listrik belum dipadamkan PLN. Sudah menjadi prosedur pemadaman, tidak boleh melakukan penyiraman jika jaringan listrik belum dimatikan. Karena sangat berbahaya, bisa ada korban jiwa,” ujarnya.

Sedangkan lokasi kebakaran kedua, lanjutnya, di Perumnas Girian Weru, belakang Polres Bitung. “Kami belum lama selesai memadamkan api di Pasar Girian dan mendapat info ada lagi kebakaran. Kami langsung bergerak ke TKP di Perumnas Girian Weru, belakang Polres Bitung. Untung kita cepat datang dan memadamkan api. Korban hanya satu rumah,” katanya.

Terpisah, Kapolres Bitung AKBP Stefanus Michael Tamuntuan SIK MSi mengatakan, pihaknya juga meminta bantuan tim Polda Sulut untuk melakukan olah TKP.

“Sementara tidak ada unsur kesengajaan yang kita temukan. Untuk proses indentifikasinya masih berlangsung,” katanya, sore kemarin.

Kapolres pun meminta pemerintah mengevaluasi lokasi Pasar Girian apakah masih layak atau tidak. Menurutnya, karena lokasi Pasar Girian kurang tepat dijadikan pasar. “Karena berada di jalur utama ruas jalan Manado-Bitung, tempatnya kecil dan sudah terlalu padat. Sehingga sering juga menjadi penyebab kemacetan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekkot) Bitung Dr Audy Pangemanan mengatakan, pihak pemkot mendorong proses investigasi apa penyebab kebakaran. Dia pun meminta pedagang mengamankan barang-barang yang dirasa masih berguna. Kemudian nantinya lokasi kebakaran akan dibersihkan Pemkot Bitung.

Terkait kajian untuk Pasar Girian, lanjut Sekkot, sebenarnya sudah sejak dulu dilakukan. “Tapi nanti kita akan bicarakan lagi bersama pedagang supaya ada win-win solution,” ujarnya.

Menurut Pangemanan, pemerintah sejak dulu sudah menyiapkan lokasi pasar yang representatif yaitu Pasar Sagerat. “Tapi bukan karena kejadian ini dijadikan alasan untuk memindahkan pedagang juga. Kita harus duduk bersama untuk mencari solusi terbaik,” kuncinya.(can)









Komentar