24 Apr 2019 12:54

Diberikan Waktu Tujuh Hari, Rumah Warga Tutuyan Terancam Digusur

Salah satu rumah milik warga Tutuyan yang menempati lahan PT Ronomut.(Dok Pribadi)

MANADOPOSTONLINE.COM---Sekira 65 rumah tinggal milik warga Tutuyan Boltim akan digusur, karena dibangun di atas lahan milik PT Ronomut.

Manager PT Ronomut Syenly Kasnan mengatakan, PT Ronomut akan melayangkan somasi pertama, kedua, dan ketiga dalam rentan waktu yang sudah ditentukan. “Jika tidak diindahkan maka semua bangunan tersebut akan digusur,” tegasnya.

Dia pun menekankan, akan segera memberikan surat peringatan pada masyarakat yang menempati lahan tersebut. Dia menyebutkan pemegang sertifikat dari BPN dalam hal ini PT Ronomut tidak hanya menggusur rumah tinggal, tapi juga fasilitas pemerintah atau pun swasta yang dibangun di atas lahan tersebut.

Kasnan pun menjelaskan, lahan seluas 1,8 hektare tersebut, rencananya akan dibagun rumah tinggal karyawan tapi sekarang sudah diduduki warga. "Saya memberikan waktu tujuh hari kepada warga. Jika masih tidak ada etika baik, kami akan layangkan somasi kedua dengan tembusan kepolisian dan kejaksaan," dia memastikan.

Kader Hanura itu pun membeber, jika PT Ronomut mempunyai sertifikat HGU nomor 01, yang sudah dipisahkan menjadi SHGU nomor 3 sesuai izin pelepasan Badan Pertanahan Negara Republik Indonesia nomor 581/14.3.300/II/2014. "Jika ada bangunan yang sudah mengambil lahan PT Ronomut itu akan kami bongkar," tegasnya. 

Dia pun menuding hal ini merupakan konsekuensi dari kelalaian pemerintah. Apalagi soal pembangunan RTLH yang dibilang sangat lambat. Pihaknya menyesalkan kinerja dan komitmen Pemkab Boltim. Menurutnya, hampir 1,5 tahun data pemerima RTLH  tidak pernah  diberikan kepada pihak PT Ranomut untuk dilampirkan dalam hibah. Bahkan dalam pengurusan izin lokasi dari kementerian ATR/BPN pun pihak PT Ranomut yang harus mengurus semuanya. Mulai dari foto copi peta, dan pengukuran, semua itu adalah inisiatif dari dari PT  Ranomut. "Pemkab itu tidak bekerja. Dinsos pun malas hanya tahu terima beres," tudingnya.

Tudingan ini pun ditanggapi oleh Kadis Dinsos Boltim Rudy Malah. Dia menganggap keputusan yang diambil PT Ronomut tersebut adalah konsipirasi politik. Karena Kasnan merupakan caleg yang tidak mendapatkan suara yang signifikan. "RTLH baik-baik saja. Izin lahan dan penyayatan lahan HGU itu ditandatangani oleh pemiliknya langsung. Kenapa baru sekarang dipermasalahkan. Terlihat ini hanya emosi sesaat karena pemilu kemarin," terangnya.

Di sisi lain, salah satu warga Desa Tutuyan Satu, Yulianda Modeong membenarkan hal tersebut. Dia mengaku sudah menerima surat pemberitahuan dari perusahaan untuk mengosongkan lahan dalam waktu tujuh hari. "Suratnya sudah kami terima. Ya kami siap mengosongkan lahan ini, karena memang betul milik dari PT Ronomut," katanya.

Dia meminta  pertimbangan dari PT Ronomut, untuk tidak melakukan penggusuran lahan yang sudah diduduki selama bertahun-tahun. "Kami berharap ada pertemuan PT Ronomut dengan warga dan pemerintah desa, agar bisa menemui titik terang," tutupnya. (tr-01/ite)









Komentar