23 Apr 2019 09:23

Penerbitan Izin Berlayar Wajib Selektif

Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Untuk membuat pelayaran kapal di Sulawesi Utara (Sulut) terus berada dalam kondisi aman. Pihak pengelola pelabuhan wajib memperhatikan kondisi angin. Hal ini dikatakan Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung Ricky Daniel Aror,  kemarin.

 

Menurutnyam, angin sangat mempengaruhi kondisi pelayaran. Karena angin dapat dengan cepat membentuk gelombang tinggi.

"Memang sekarang kita sudah mengeluarkan matris risiko angin dan gelombang terhadap pelayaran Sulut. Itu kita maksudkan untuk menjelaskan kepada masyarakat nelayan atau pelaku usaha yang sering beraktivitas di laut agar lebih memperhatikan kondisi dan ukuran kapal terhadap kondisi angin dan gelombang," ungkapnya.

Dirinya mencontoh untuk perahu nelayan, pada saat kecepatan angin antara 7-10 knot maka dapat membangkitkan gelombang 0,5-1,0 meter dan memiliki risiko rendah terhadap keselamatan kapal tersebut.

Lanjutnya, namun ketika kecepatan angin sudah pada kisaran 10-15 knot maka gelombang yang terbentuk biasanya berada pada kisaran 1-1,2 meter dan beresiko sedang terhadap keselamatan kapal.

"Sedangkan untuk kecepatan angin lebih dari 15 knot maka akan memicu gelombang yang lebih dari 1,2 m dan berpotensi beresiko tinggi terhadap keselamatan perahu atau kapal nelayan tersebut. Jadi pihak syahbandar dan pengelola pelabuhan lainnya, harus terus memperhatikan ini," tuturnya.

Aror juga mengatakan, beberapa hari ke depan cuaca di Sulut dan sekitarnya masih dipengaruhi oleh gangguan cuaca di Pasifik, yang secara tidak langsung memicu angin kencang dan gelombang tinggi.

"Untuk beberapa daerah memang masih perlu waspada terhadap angin kencang dan gelombang tinggi. Seperti daerah laut Maluku perairan Sangihe dan Talaud serta laut Sulawesi bagian barat. Masyarakat kita imbau waspada dan tetap terus memperhatikan update cuaca dari BMKG dan memperhatikan juga matriks risiko angin dan gelombang terhadap keselamatan pelayaran," urainya.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, turut mengingatkan semua pihak berwewenang yang memberangkatkan kapal agar harus berhati-hati. Termasuk selektif dalam memberi izin pelayaran.

"Kalau tidak ada pemeriksaan serta memang tidak layak jangan berangkatkan. Kalau sampai karena kelalaian atau tidak dilakukannya pemeriksaan, maka petugas tersebut akan menerima sanksi. Ini kan bisa pidana," katanya.

Dia meminta, Dinas Perhubungan (Dishub) Sulut dan pihak Syahbandar juga harus terus mengontrol semua jalur transportasi. Hal ini untuk menghindari jangan sampai terjadi sesuatu baru bergerak. Sebisa mungkin, kata Kandouw, peluang kecelakaan karena kelalaian dihindari.

"Beberapa kapal yang celaka sekarang karena over kapasitas. Ini jangan sampai terjadi di Sulut. Karena itu, semua harus terus selektif dan konsentrasi dalam bekerja. Akan ada sanksi tegas bagi mereka yang lalai dalam bekerja," kuncinya. (tr-02/can)









Komentar