16 Apr 2019 08:40

Ini Kronologi Kebakaran Katedral Notre Dame de Paris

Katedral Notre-Dame di pusat kota Paris terbakar Senin (15/4) sore waktu setempat. (REUTERS/Benoit Tessier)

KEBAKARAN meruntuhkan menara Katedral Notre-Dame di pusat kota Paris pada Senin (15/4) sore waktu setempat. Gereja Notre-Dame merupakan arsitektur bersejarah di pusat kota mode. Sebagai situs warisan dunia UNESCO, Dia menjadi magnet para wisatawan dari berbagai belahan dunia. Tiga belas juta wisatawan asing mampir untuk mengabadikan momen, berswafoto, hingga mempelajari arsitektur.

Sejumlah petinggi dunia menyampaikan bela sungkawa atas kebakaran yang melanda bangunan berusia lebih dari 800 tahun tersebut. Berita mengerikan tentang kebakaran juga telah sampai ke Vatikan. Pihak Vatikan mengaku cukup kaget atas peristiwa tersebut.

"Kami menyatakan kedekatan kami dengan umat Katolik Prancis dan orang-orang di Paris dan kami memastikan doa-doa kami untuk para pemadam kebakaran dan semua orang yang melakukan segala kemungkinan berurusan dengan situasi dramatis ini," kata kata Alessandro Gisotti, juru bicara Vatikan dalam sebuah pernyataan.

Berikut kronologi kebakaran yang terjadi di Katedral Notre Dame, seperti dilansir CNNIndonesia.com.
1. Pukul 18:50. Api mulai terlihat dari atap katedral Notre-Dame. Pemadam kebakaran mulai mendapat informasi awal mengenai kejadian.
2. Pukul 19:07. Seorang wartawan Reuters melihat asap dan api di Notre-Dame dari kejauhan.
3. Pukul 19:40. Api menyebar ke puncak menara katedral Notre-Dame.
4. Pukul 19:40. Presiden Prancis Emmanuel Macron membatalkan sebuah acara televisi di lokasi kejadian. Berniat untuk bergerak meninjau langsung proses pemadaman.
5. Pukul19:53. Puncak menara Gereja Katedral runtuh.
6. Pukul 19:59. Kantor presiden Prancis mengatakan Macron bergegas ke tempat kejadian.
7. Pukul 20:07. Seluruh atap Notre-Dame runtuh, menurut koresponden Reuters di lokasi kejadian.
8. Pukul 20.27. Sejumlah warga dievakuasi ke Ile de la Cité Paris, pulau di sisi lain Notre-Dame. Polisi membantu proses evakuasi.

Sementara itu, dilansir AFP, Selasa (16/4), pemerintah Kota Paris mengerahkan sekitar 400 pemadam kebakaran dalam kejadian itu. Namun, akibat api yang cepat menjalar, atap gereja berbahan kayu yang berusia 850 tahun itu tidak berhasil diselamatkan.

Sejumlah patung yang berada di dekat atap juga runtuh. Dinas Pemadam Kebakaran Prancis sampai mengerahkan 18 unit truk pemadam dengan penyemprot tekanan tinggi. Api padam sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

"Kami menganggap struktur utama Notre-Dame masih bisa diselamatkan," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Paris, Jean-Claude Gallet.

Gallet mengatakan mereka kini akan menilai tingkat kerusakan setelah kebakaran. Menurut dia hal itu bisa memakan waktu berhari-hari.

Wakil Wali Kota Paris, Emmanuel Gregoire, menyatakan kini mereka fokus menyelamatkan dua menara di gereja itu supaya tidak ikut runtuh.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyatakan bakal membangun kembali bangunan bersejarah dan masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa Untuk Pendidikan dan Budaya (UNESCO).
"Kita akan bersama-sama membangun Notre-Dame karena itu harapan rakyat Prancis. Notre-Dame adalah pusat kehidupan kita dan seluruh rakyat Prancis," kata Macron.

Kebakaran itu terjadi menjelang perayaan Paskah yang jatuh pada 21 April mendatang. Gereja itu selamat dari bombardir dalam Perang Dunia II.

Miliarder Prancis, Francois-Henri Pinault, menyatakan akan menyumbangkan US$113 juta (sekitar Rp1,5 triliun) untuk merenovasi katedral itu. Sampai saat ini, penyelidik khusus belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran.(cnn/mpo)









Komentar