28 Mar 2019 11:41

Dorna Promosi MotoGP Indonesia Jelang GP Argentina

Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat dalam sebuah rancangan untuk menghelat MotoGP Indonesia tahun 2021. (Crash)

MANADOPOSTONLINE.COMOperator ajang balap MotoGP, Dorna Sports, telah merilis desain tiga dimensi Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kesepakatan untuk menggelar ajang MotoGP telah dicapai antara CEO Dorna, Carmelo Ezpelata, dengan Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer pada 29 Januari 2019. MotoGP Indonesia direncanakan berlangsung mulai 2021.

Sirkuit Mandalika akan memakai konsep sirkuit jalanan dengan panjang 4,32 kilometer dan memiliki 18 tikungan. Desain ini sudah disetujui oleh pihak Dorna. “Untuk membangun sirkuit ini membutuhkan sekitar 40-50 juta dolar (sekitar Rp562-702 miliar) oleh investor kami,” ucap Abdulbar.

Dikutip dari Speedweek, Ezpelata, menyebut Sirkuit Mandalika merupakan lokasi yang unik. Sebelumnya, beberapa tempat seperti di Sirkuit Sentul atau Palembang disebut Ezepelata sempat diajukan untuk menggelar MotoGP di Indonesia. "MotoGP Indonesia akan menjadi sesuatu yang spesial. Bagi kami ini langkah penting untuk masa depan MotoGP," ucap Ezepeleta.

Rilis video tiga dimensi Sirkuit Mandalika ini di Twitter disukai 5.200 akun dan dibagikan di akun pribadi sebanyak 4.200 akun. Dua ratus tiga puluh orang juga turut mengomentari rilis video Sirkuit Mandalika ini. Mayoritas dari para pengguna Twitter itu antusias dan tidak sabar menanti pagelaran MotoGP di Indonesia.

Pembangunan sirkuit akan mulai dilakukan pada September mendatang dan ditargetkan selesai tahun depan. Setelahnya, Sirkuit Mandalika akan melalui proses homologasi dari Federasi Balap Motor Internasional (FIM) sebagai pengecekan apakah lintasan telah memenuhi lisensi Grade A.

Dorna selaku penyelenggara kompetisi memberi jaminan aman terhadap Sirkuit Mandalika di Nusa Tenggara Barat. Sebelumnya banyak yang meragukan rencana pembangunan sirkuit ini. Sebab lintasan berada di tengah jalan raya dan dekat dengan keramaian.

Publik khawatir akan keselamatan para pembalap. Pasalnya sirkuit jalan raya tidak memiliki lebar yang besar untuk memperlambat laju motor. Hal ini bisa dilihat pada Sirkuit Monaco yang digunakan untuk kompetisi Formula 1.

Namun kecemasan itu coba diredakan oleh Mark Hughes, Konsultan MRK1 yang berkecimpung dalam pengembangan sirkuit. Ia menjamin Sirkuit Mandalika sesuai dengan standar dari MotoGP.

"Kami sangat sadar ketika membicarakan proyek ini. Banyak alasan yang skeptis terhadap konsep dari Sirkuit Mandalika. Kami perjelas bahwa lintasan telah didesain dan akan dibangun sesuai standar keselamatan FIM (Federation Internationale de Motocyclisme) untuk MotoGP, " ucapnya dikutip dari Crash.

Hal senada juga diungkapkan CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta. Dia yakin pembangunan sirkuit sudah diperhitungkan secara matang.

"Kami selalu berkata bahwa tidak akan balapan di sirkuit jalan raya. Tetapi tempat ini memiliki seluruh fasilitas, berada di tengah kota dan seluruh hotel akan berada dekat. Namun juga memiliki pengamanan penuh untuk para pembalap," tuturnya.

Dengan demikian potensi kecelakaan besar dapat dihindari. Jika berjalan sesuai rencana, Sirkuit Mandalika bisa digunakan pada 2021 mendatang.(gnr)









Komentar